Ciri ciri Riya (Winda:Parboaboa)

Sebagai umat muslim kita wajib memahami beberapa perbuatan yang dianggap buruk dan alangkah baiknya harus dihindari sesuai ajaran agama. Salah satunya yaitu perbuatan riya.

Mengutip dari buku berjudul 20 Jalan Keberuntungan dan 20 Penyebab Kerugian karya Ramdhani Abdurrahim (2022), riya adalah suatu perbuatan yang dilakukan dengan memanfaatkan ibadah untuk mencari perhatian agar dapat dipuji oleh orang lain yang melihatnya.

Untuk itu, ada berbagai ciri ciri riya yang dapat dijadikan sebagai panduan untuk umat muslim dalam menghindari perbuatannya.

Sebab, riya merupakan sifat tercela yang tak disukai oleh Allah SWT.

Lantas, apa saja ciri ciri riya? Supaya kamu lebih memahaminya, berikut akan kami sajikan informasi selengkapnya pada artikel di bawah ini, ya. Yuk, disimak!

Ciri Ciri Riya Menurut Ali Bin Abi Thalib

Sayyidina Ali bin Abi Thalib memberikan penjelasan mengenai empat ciri ciri riya' dalam Islam, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Malas Jika Sendirian

Orang yang terjebak dalam perilaku riya cenderung kehilangan semangat dan kegigihan dalam menjalankan amal ibadah ketika berada dalam keadaan sepi.

Kehadiran orang lain menjadi pemicu utama untuk melakukan amal, sedangkan ketika sendirian, kecenderungan untuk malas muncul.

2. Giat Jika di Hadapan Manusia

Sebaliknya, mereka menunjukkan keaktifan dan semangat yang tinggi dalam menjalankan amal ibadah ketika berada di hadapan manusia.

Perilaku ini menandakan bahwa motivasi utama mereka bukanlah ketaatan kepada Allah, melainkan untuk mendapatkan perhatian dan pujian dari sesama.

3. Peningkatan Amal Jika Dipuji

Orang yang terlibat dalam riya' cenderung meningkatkan intensitas amal ibadahnya ketika mendapatkan pujian.

Mereka merespon dengan menambah jumlah atau kualitas amal agar mendapatkan lebih banyak pengakuan dari orang lain.

4. Mengurangi Amalan Jika Dikritik

Sebaliknya, kritik terhadap amal ibadah mereka menyebabkan penurunan semangat dan pengurangan dalam melakukan amal.

Reaksi ini menunjukkan bahwa amal tersebut mungkin lebih terkait dengan citra dan penerimaan sosial daripada niat yang tulus untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Ciri Ciri Riya dan Sum'ah

Ada berbagai ciri ciri riya dan sum'ah yang dapat diidentifikasi melalui perilaku dan tindakan yang seringkali tidak disadari oleh pelakunya, seperti:

1. Selalu Menyebut dan Mengungkit Amal Baik

Orang yang terjebak dalam riya dan sum'ah cenderung selalu menyebut-nyebut atau mengungkit-ungkit amal baik yang pernah mereka lakukan.

Tujuannya adalah untuk memperoleh pengakuan dan pujian dari orang lain.

2. Beramal Hanya Sekadar Ikut-Ikutan

Pelaku riya dan sum'ah seringkali melakukan amal hanya karena FOMO tanpa memiliki niat ikhlas.

Mereka tidak menjalankan amal tersebut atas dasar keimanan atau keinginan tulus untuk mendekatkan diri kepada Allah.

3. Malas atau Enggan Beramal Tanpa Penonton

Ketika tidak ada orang yang menyaksikan, orang yang terlibat dalam riya dan sum'ah cenderung menjadi malas atau enggan untuk melakukan amal shaleh.

Mereka lebih condong menjalankan amal hanya jika ada penonton yang bisa memberikan pengakuan atas tindakan mereka.

4. Beramal di Tengah Keramaian

Pelaku riya dan sum'ah seringkali melakukan amal kebaikan ketika berada di tengah-tengah khalayak ramai.

Mereka mencari pengakuan dan pujian dari orang banyak, bukan karena tulus ingin berbuat kebaikan.

5. Amalannya Selalu Ingin Dilihat dan Didengar

Orang yang terjerumus dalam riya dan sum'ah selalu menginginkan agar amal perbuatan mereka dilihat dan didengar oleh orang lain, sehingga mereka bisa mendapatkan pujian dan apresiasi.

Padahal, jika ia mengamalkannya dengan niat ikhlas, akan dijadikan sebagai amal jariyah yang tak pernah putus hingga ajal menjemput.

6. Ekspresi Amal Berbeda Bergantung pada Penonton

Pelaku riya dan sum'ah menunjukkan ekspresi amal yang berbeda tergantung pada apakah ada orang yang menyaksikan atau tidak.

Ini menandakan bahwa tindakan mereka tidak didasarkan pada ketulusan hati, melainkan pada keinginan untuk mendapatkan perhatian.

7. Perubahan Semangat Berdasarkan Reaksi Orang Lain

Mereka tampak lebih rajin dan bersemangat dalam beramal ketika mendapatkan sanjungan dan penghargaan dari orang lain.

Sebaliknya, semangat mereka akan turun jika mendapat cemoohan atau kurang perhatian dari orang lain.

Dengan mengetahui ciri ciri riya di atas kamu dapat menghindarinya secepat mungkin.

Sehingga dapat lebih khusyuk dalam meningkatkan keimanan dan menjaga ketulusan serta ketaatan kepada Allah tanpa memperdulikan perhatian atau penilaian dari orang lain.


Tag :