Contoh Peribahasa Indonesia yang Lengkap dengan Artinya

21-01-2023

Bangun Pendidikan – Peribahasa adalah suatu istilah yang sering terdengar dalam kehidupan sehari – hari. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, peribahasa sebagai kelompok kata yang atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu (dalam peribahasa termasuk juga bidal, ungkapan, perumpamaan). KBBI juga mendefinisikan peribahasa sebagai ungkapan atau kalimat ringkat padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Dalam buku Antropolinguistik (2004), Robert Sibarani menyatakan bahwa setiap pembentukkan kata – kata bahkan kalimat dalam suatu bahasa (termasuk yang dipakai dalam peribahasa) dapat menentukan sifat atau ciri pikir dalam kebudayaan suatu bangsa, sehingga peribahasa adalah kalimat kiasan yang terbentuk dari budaya.

Contoh Peribahasa dan Artinya

Berikut ini adalah 40 contoh peribahasa Indonesia yang sangat populer, lengkap dengan artinya:

1. "Air beriak tanda tak dalam".

(Orang yang banyak bicara biasanya kurang ilmunya)

2. "Air tenang menghanyutkan".

(Orang yang pendiam biasanya memiliki banyak pengetahuan)

3. "Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga".

(Perilaku dan karakter seorang anak menurun dari orang tuanya (biasanya berkonotasi negatif))

4. "Ada udang di balik batu".

(Ada maksud tersembunyi di balik perilaku seseorang)

5. "Asam di darat, ikan di laut, bertemunya di belanga".

(Apabila sudah jodohnya, laki-laki dan perempuan akan bertemu juga walaupun berjauhan)

6. "Bagaikan telur di ujung tanduk".

(Suatu keadaan yang sangat berbahaya, salah sedikit bisa celaka)

7. "Bagai pinang dibelah dua".

(Dua orang atau dua hal yang benar-benar serupa, sulit dibedakan)

8. "Bak kacang lupa kulitnya".

(Seseorang yang melupakan asal-usulnya)

9. "Bagai makan buah simalakama".

(Serba salah. Mengambil keputusan yang mana pun tetap celaka)

10. "Bagai memancing di air keruh".

(Mengambil keuntungan dari perselisihan orang lain)

11. "Bagai pungguk merindukan bulan".

(Mengharapkan sesuatu yang sulit digapai)

12. "Bagaikan air di daun talas".

(Tidak punya pendirian tetap)

13. "Bagai bumi dan langit"

(Perbedaannya terlalu jauh)

14. "Berat sama dipikul ringan sama dijinjing".

(Senang dan susah dijalani bersama)

15. "Cempedak berbuah nangka".

(Mendapatkan hasil lebih dari yang diharapkan)

16. "Cepat kaki, ringan tangan".

(Orang yang sigap dalam memberi bantuan)

17. "Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi".

(Kondisi yang adil dan berimbang)

18. "Diam itu emas".

(Tetap diam dalam sebuah situasi akan lebih mendatangkan manfaat daripada banyak cakap)

19. "Dikasih hati minta jantung".

(Orang yang tidak tahu diri. Diberi sedikit, malah meminta lebih banyak)

20. "Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung".

(Ke mana pun dia pergi, seseorang harus selalu mematuhi adat istiadat tempat yang dikunjunginya)

21. "Di atas langit masih ada langit".

(Nasihat agar seseorang tidak sombong dan merasa hebat karena selalu ada seseorang yang lebih hebat lagi darinya)

22. "Fajar menyingsing, elang menyongsong".

(Menyambut hari dengan semangat dalam bekerja atau berusaha)

23. "Guru kencing berdiri, murid kencing berlari".

(Perilaku guru akan ditiru mentah-mentah oleh muridnya. Jika guru melakukan hal buruk, murid akan berlaku lebih buruk lagi)

24. "Gali lubang, tutup lubang".

(Melunasi utang lama dengan utang yang baru)

25. "Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama".

(Setiap orang yang sudah meninggal pasti akan dikenang sesuai dengan perbuatannya di dunia)

26. "Habis manis, sepah dibuang".

(Tak dipedulikan atau ditelantarkan jika dianggap sudah tidak berguna)

27. "Jauh di mata dekat di hati".

(Walaupun terpisah jarak, tapi selalu teringat)

28. "Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah".

(Kasih sayang ibu tak terbatas dan selamanya, sementara kasih anak begitu terbatas)

29. "Lain padang lain belalang, lain lubuk lain ikannya".

(Setiap daerah memiliki adat istiadat yang berbeda)

30. "Lempar batu sembunyi tangan".

(Orang yang bersikap pengecut dengan tidak bertanggung jawab/mengakui perbuatannya)

31. "Malu bertanya, sesat di jalan".

Kesulitan menghadapi suatu masalah karena enggan meminta pendapat orang lain)

32. "Musang berbulu ayam".

(Orang jahat yang berpura-pura baik)

Baca : Lirik dan Chord lagu Melawan Restu - Mahalini

33. "Menjilat air ludah sendiri".

(Meminta kembali barang yang sudah diberikan kepada orang lain)

34. "Menang jadi arang, kalah jadi abu".

(Menang atau kalah tetap rugi)

35. "Nasi sudah menjadi bubur".

(Sesuatu yang sudah terlanjur terjadi tak bisa diurungkan lagi)

36. "Pagar makan tanaman".

(Seseorang yang memanfaatkan/mencelakakan sesuatu yang seharusnya dia lindungi)

37. "Pucuk dicinta ulam pun tiba".

(Mendapatkan sesuatu yang lebih daripada apa yang diharapkan)

38. "Sambil menyelam minum air".

(Mengerjakan dua hal sekaligus)

39. "Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui".

(Melakukan satu hal dan mendapatkan hasil lebih banyak dari upayanya)

40. "Tak ada gading yang tak retak".

(Tidak ada seseorang atau sesuatu yang sempurna)

Demikianlah beberapa contoh peribahasa Indonesia yang sangat populer beserta artinya. Semoga bermanfaat dan selamat membaca.