4 Contoh Platyhelminthes Beserta Perananya

Bangun Pendidikan - SAINS (14-12-2023)

Contoh Platyhelminthes (Foto: Adobe Stock/@matuty

BangunPendidikan - Platyhelminthes adalah sebuah filum dalam kingdom Animalia yang mencakup kelompok hewan yang dikenal sebagai cacing datar atau cacing pipih. Nama "Platyhelminthes" berasal dari bahasa Yunani, di mana "platy" berarti pipih dan "helminthes" berarti cacing.

Cacing datar memiliki tubuh yang pipih dan tidak memiliki rongga tubuh yang sejati, sehingga seringkali disebut sebagai "cacing pipih."

Meskipun ukurannya seringkali kecil, perannya dalam ekosistem air tawar, laut, dan tanah sangat signifikan.

Beberapa hidup sebagai parasit, mempengaruhi kesehatan inangnya, sementara yang lainnya berkontribusi pada keseimbangan lingkungan melalui peran ekologis mereka.

Terdapat beberapa contoh platyhelminthes yang pada dasarnya dapat hidup di lingkungan air laut hingga air tawar. Bagi kamu yang ingin mengenal hewan apa saja yang termasuk platyhelminthes? Berikut penjelasannya.

Ciri-Ciri Platyhelminthes

Sebelum mengetahui apasaja contoh platyhelminthes, kamu harus memamhami apasaja ciri-ciri dari platyhelminthes seperti menurut Adun Rusyana dalam buku "Zoologi Invertebrata" tahun 2018. Berikut beberapa karakteristiknya

1. Platyhelminthes tidak memiliki rongga tubuh yang sejati atau coelom.

2. Tubuh Platyhelminthes memiliki simetri bilateral dan terdiri dari tiga lapisan tubuh, yaitu endoderm, mesoderm, dan ektoderm.

4. Sebagian besar Platyhelminthes dapat hidup secara bebas di lingkungan air, tetapi ada juga yang mengambil bentuk parasit dan hidup di dalam tubuh inangnya.

5. Memiliki alat ekskresi sederhana, berfungsi untuk menjaga keseimbangan osmotik dengan lingkungannya.

6. Memiliki sistem pencernaan yang disebut rongga gastrovaskuler, yang merupakan rongga tubuh dengan satu lubang.

7. Memiliki kemampuan regenerasi yang tinggi, artinya mereka mampu meregenerasi bagian tubuh yang hilang atau rusak.

Contoh Platyhelminthes

1. Cacing Planaria

Cacing planaria adalah salah satu contoh platyhelminthes yang menguntungkan. Hewan ini cukup sering dimanfaatkan dalam penelitian. Sebab, cacing ini mudah didapatkan dan memiliki kemampuan regenerasi yang cepat.

Hewan ini Memiliki tubuh pipih, simetri bilateral, dan dikenal karena kemampuan regenerasinya yang tinggi. Cacing planaria memakan organisme mikroskopis dan merupakan subjek penelitian dalam bidang regenerasi dan biologi perkembangan.

2. Cacing Trematoda

Contoh hewan Platyhelminthes selanjutnya adalah   cacing trematoda. Hewan ini biasanya berbentuk pipih, dengan tubuh yang dilengkapi dengan alat penghisap untuk menempel pada inangnya.

Siklus hidup cacing trematoda melibatkan beberapa tahap, termasuk tahap larva yang berkembang dalam inang perantara dan tahap dewasa yang hidup di inang definitif.

3. Cacing Cestoda

Cacing Cestoda merupakan contoh platyhelminthes yang juga menjadi hewan parasit.Tubuh mereka berbentuk pita panjang yang terdiri dari segmen-segmen disebut proglotid.

Masing-masing proglotid memiliki organ reproduksi seperti ovarium dan testis, memungkinkan reproduksi yang efektif. Cacing cestoda biasanya hidup dalam saluran pencernaan vertebrata, terutama mamalia, termasuk manusia. Siklus hidupnya melibatkan dua inang, yaitu inang perantara dan inang definitif.

4. Cacing Monogoenea

Cacing Monogenea merupakan anggota dari filum Platyhelminthes dan dikenal sebagai parasit yang hidup dalam air, khususnya pada ikan. Dengan siklus hidup yang relatif sederhana, cacing ini menonjolkan kemampuannya untuk menempel pada insang, kulit, atau sirip ikan sebagai tempat hidupnya.

Dalam kehidupan parasitiknya, Monogenea memperoleh nutrisi yang diperlukan dari lendir dan cairan tubuh ikan inangnya. Berbeda dengan beberapa kelompok Platyhelminthes lainnya, Monogenea cenderung memiliki siklus hidup yang melibatkan inang tunggal, dengan telur yang dilepaskan ke lingkungan air dan larva yang mencari inang untuk menempel.

Peran Platyhelminthes dalam Ekosistem dan Keseimbangan Lingkungan

kelompok hewan yang mencakup cacing-cacing datar seperti cacing planaria, cacing trematoda, dan cacing cestoda, memainkan peran penting dalam ekosistem air tawar dan laut.

Meskipun beberapa di antaranya dapat menjadi parasit yang merugikan bagi inangnya, keberadaan mereka dapat memiliki dampak yang signifikan pada keseimbangan lingkungan.

Berikut adalah beberapa peran Platyhelminthes dalam ekosistem:

1. Beberapa spesies cacing datar, seperti cacing planaria, dapat memainkan peran dalam mengendalikan populasi organisme mikroskopis di lingkungan air. Sebagai pemangsa aktif, mereka membantu mengontrol jumlah bakteri, protozoa, dan mikroorganisme lainnya.

2. Sebagai bagian dari rantai makanan, Platyhelminthes berperan sebagai konsumen sekunder dan kadang-kadang sebagai konsumen tersier, yang membentuk hubungan trofik yang penting dalam mentransfer energi melalui ekosistem.

3. Platyhelminthes yang hidup sebagai organisme bebas, seperti cacing planaria, dapat menjadi sumber makanan bagi predator lain di ekosistem air, termasuk ikan, amfibi, atau serangga air. Ini menciptakan keseimbangan dalam rantai makanan.

4. Platyhelminthes yang hidup sebagai organisme bebas, seperti cacing planaria, dapat menjadi sumber makanan bagi predator lain di ekosistem air, termasuk ikan, amfibi, atau serangga air. Ini menciptakan keseimbangan dalam rantai makanan.

5. Keberadaan Platyhelminthes tertentu, terutama beberapa spesies cacing parasit, dapat berfungsi sebagai indikator kualitas lingkungan air. Perubahan dalam keberadaan atau kelimpahan mereka dapat memberikan petunjuk tentang kesehatan dan kondisi ekosistem.

6. Dengan berkontribusi pada kontrol populasi organisme mikroskopis, menjadi makanan bagi predator, dan berpartisipasi dalam siklus nutrisi, Platyhelminthes membantu memelihara keseimbangan ekosistem air tawar.

Demikianalah beberapa contoh Platyhelminthes yang mungkin sedang kamu cari.  Meskipun beberapa contoh filum ini dapat membawa dampak negatif sebagai parasit, keberadaan mereka dalam rantai makanan dan kemampuan untuk mengendalikan populasi organisme mikroskopis memberikan kontribusi penting terhadap keseimbangan lingkungan.


Tag :