Iklim di Negara Malaysia ( Foto : RDS)

Iklim di Malaysia - Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca dalam jangka waktu yang panjang di suatu wilayah.

Hal ini mencakup elemen-elemen seperti suhu, kelembaban udara, curah hujan, tekanan udara, dan pola angin yang terjadi secara konsisten selama periode waktu yang lama, biasanya dalam rentang beberapa dekade.

Iklim dapat berbeda-beda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya, tergantung pada letak geografis, topografi, dan faktor-faktor lainnya. Perubahan iklim adalah perubahan dalam pola iklim yang terjadi secara signifikan dan berkelanjutan dalam jangka waktu yang lama.

Negara yang memiliki julukan negeri jiran ini terletak di Semenanjung Malaya, Asia Tenggara. Bagian yang juga termasuk dalam negara Malaysia adalah Sarawak dan Sabah yang terletak di sebelah timur Kalimantan. 

Wilayah negara Malaysia sebagian besar tertutup oleh hutan dan pegunungan yang membentang di sepanjang kawasan semenanjung. Area hutan di Malaysia yang luas ini merupakan penyedia jati, kayu cendana, kayu hitam dan berbagai tanaman kayu lainnya. 

Apakah keadaan iklim di Malaysia sama dengan Indonesia? Untuk menjawab pertanyaa tersebut, artikel ini akan membahas keadaan iklim di Malaysia, ciri-ciri, tantangan yang dihadapi negara ini, serta dampak yang timbul bagi lingkungan dan masyarakat.

Iklim di Negara Malaysia

Iklim di Malaysia (Foto: RDS)

Malaysia adalah salah satu negara di asean negara tersebut memiliki iklim yang sama dengan Indonesia. Secara umum, Malaysia dan Indonesia memiliki beberapa kesamaan dalam hal iklim karena keduanya terletak di wilayah ASEAN (Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara). Kedua negara ini umumnya mengalami iklim tropis sepanjang tahun dengan curah hujan yang tinggi.

Namun, terdapat beberapa perbedaan dalam iklim di antara keduanya karena faktor geografis dan topografi yang berbeda. Misalnya, di Indonesia terdapat banyak pulau dengan variasi topografi yang beragam, seperti pegunungan tinggi di pulau Jawa dan Sumatera, sedangkan Malaysia memiliki daratan yang lebih datar dengan pegunungan di sebelah barat dan timur.

Perbedaan ini dapat mempengaruhi pola curah hujan, suhu, dan kelembaban udara antara kedua negara. Selain itu, faktor lokal seperti arah angin, aliran laut, dan pola cuaca mikro juga dapat menyebabkan variasi dalam iklim di setiap wilayah.

Iklim negara malaysia dikategorikan sebagai iklim tropis yang khas. Kawasan dataran pantai di negara ini memiliki suhu rata-rata 28°C, sedangkan di daerah perbukitan dengan ketinggian yang lebih tinggi, suhu rata-ratanya adalah 23°C, dan di daerah pedalaman serta pegunungan suhu rata-ratanya mencapai 26°C. Kelembaban relatif di negara ini cukup tinggi, yaitu antara 70-90%.

Variasi curah hujan di negara Malaysia relatif ekstrim dan tergantung pada musim hujan. Seperti siklus iklim tropis di negara lain, bulan Juni-September merupakan musim kemarau, sementara bulan Desember-Maret adalah musim penghujan.

Negara dengan bentuk pemerintahan monarki konstitusional ini memiliki kelembaban tinggi dan cenderung panas. Suhu rata-rata tahunan mencapai 27°C, dan curah hujan rata-rata per tahunnya sekitar 2500 mm.

Curah hujan paling banyak terjadi di bagian utara dan barat Malaysia. Hal ini disebabkan oleh pergerakan awan muson ke arah barat dan utara, di mana kelembaban udara cenderung lebih tinggi setelah mencapai daerah yang lebih jauh. Iklim yang terjadi pada negara Malaysia adalah iklim tropis.

 

Kawasan negara Malaysia mengalami perubahan hujan musiman yang beragam. Perubahan hujan musiman ini juga berbeda antara wilayah Semenanjung Malaysia dengan wilayah Sabah dan Sarawak.

Semenanjung Malaysia setidaknya mengalami 3 perubahan hujan musiman, sementara wilayah Sabah dan Sarawak mengalami 5 perubahan hujan musiman. Perubahan hujan musiman ini menyebabkan variasi intensitas hujan yang berbeda di setiap wilayahnya.

Iklim negara malaysia diklasifikasikan berdasarkan iklim Koppen-Geiger termasuk dalam kategori iklim Af. Tipe iklim Af di Malaysia sendiri didefinisikan sebagai iklim tropis yang cenderung lembab dan panas pada semua bulan dengan suhu berada di atas 18°C.

Malaysia juga tak jarang diserang angin topan yang cukup merusak, mengakibatkan erosi banjir dan bencana alam lainnya. Angin topan ini biasanya terjadi pada bulan Juli sampai pertengahan bulan November.

Ciri-ciri Iklim di Malaysia

Ciri Iklim di Malaysia (Foto: RDS)

Negara Malaysia merupakan negara yang berdekatan dengan Indonesia. Hal ini membuat Negara Jiran juga berada dilintasan garis khatulistiwa.

Iklim khatulistiwa ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Panas dan lembab sepanjang tahun.
  • Rata-rata suhu tahunan adalah 27 derajat celcius.
  • Jumlah curah hujan per tahun melebihi 2500 mm.
  •  Kelembapan bandingan yang tinggi.

Selain itu, pengaruh iklim terhadap negara Malaysia juga dipengaruhi oleh tiga angin yaitu angin monson barat, monson timur dan angin sumatra.

  • Angin Monson Barat 

Angin yang pertama adalah angin monson barat daya. Angin ini bertiup dari Bulan Mei hingga Bulan September. Hembusan angin ini akan menyebabkan hujan (baca: proses terjadinya hujan) lebat di pantai barat Semenanjung Malaysia, pantai Swak dan Pantai barat Sabah.

  • Angin monson Timur

Kebalikan dari angin monson barat daya, angin monson timur laut bertiup dari bulan November hingga bulan Maret. Hembusan angin ini menyebabkan hujan lebat di pantai timur semenanjung Malaysia, pantai barat Swak dan pantai barat dan pantai timur Sabah. Selain itu terjadi musim tengkujuh di kawasan Kelantan, Terenganu, dan Pahang.

  • Angin Sumatra

Angin ini merupakan angin peralihan. Angin ini bertiup pada musim peralihan monsoon yakni pada Bulan April hingga Mei dan Bulan September hingga Oktober. Angin ini juga mempunyai karakteristik bertiup kencang dan secara tiba- tiba ketika malam hari hingga subuh. Selain itu angin ini menyebabkan hujan turun dalam bentuk hujan perolakan dan rebut yang disertai kilat dan petir.

Berdasarkan letaknya, iklim di Malaysia adalah iklim tropis. Selain itu, Malaysia memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim panas.

Biasanya musim hujan terjadi di bulan Oktober hingga maret dengan curah hujan 2200 mm sampai 2800 mm. Kemudian untuk musim panas di Malaysia terjadi saat bulan April sampai September dengan suhu sekitar 21-30 derajat celcius.

Tantangan Iklim di Malaysia

Tantangan Iklim di Malaysia (Foto: RDS)

Berikut ini adalah tantangan yang dihadapi Malaysia terkait iklim di negara tersebut:

1. Perubahan Iklim Global

Tantangan iklim di Malaysia adalah perubahan iklim global yang terkait dengan peningkatan suhu global, kenaikan permukaan air laut, dan intensifikasi fenomena cuaca ekstrem. Perubahan iklim ini mempengaruhi ekosistem, kehidupan manusia, dan sektor ekonomi negara.

2. Deforestasi

Praktik deforestasi yang meluas di Malaysia menjadi tantangan serius dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Penggundulan hutan untuk tujuan pertanian, industri kayu, dan pembangunan infrastruktur menyebabkan hilangnya habitat alami dan mengurangi kemampuan hutan dalam menyerap karbon dioksida.

3. Pencemaran Udara

Peningkatan aktivitas industri, pertanian, dan transportasi di Malaysia menghasilkan emisi gas rumah kaca yang signifikan. Pencemaran udara mengancam kualitas udara dan kesehatan masyarakat, serta berkontribusi pada pemanasan global.

4. Kekurangan Air

Iklim di Malaysia menyebabkan kekeringan dan krisis air yang semakin sering terjadi akibat perubahan pola curah hujan yang tidak merata.

Musim kemarau yang panjang dan kelembaban yang tinggi menyebabkan penurunan sumber daya air yang dapat diakses dan mengganggu keberlanjutan sektor pertanian dan pasokan air bagi masyarakat.

5. Kerentanan Pesisir

Kenaikan permukaan air laut dan erosi pesisir menjadi tantangan serius di wilayah pesisir Malaysia. Pulau-pulau, pemukiman pesisir, dan ekosistem pesisir rentan terhadap kerusakan akibat banjir rob, intrusi air laut, dan kehilangan habitat pantai yang penting.

6. Kerusakan Ekosistem

Perubahan iklim menyebabkan kerusakan pada ekosistem hutan Malaysia. Perubahan suhu dan pola curah hujan mengganggu keseimbangan ekologi dan mengancam keberlanjutan flora dan fauna endemik, termasuk spesies yang terancam punah.

7. Ketahanan Pangan

Tantangan iklim di Malaysia juga mempengaruhi sektor pertanian dan ketahanan pangan. Perubahan pola cuaca dan suhu yang ekstrem dapat mengganggu produksi tanaman pangan, mengurangi hasil panen, dan menyebabkan ketidakstabilan pasokan pangan.

Pemerintah Malaysia dan para pemangku kepentingan terus bekerja untuk menghadapi tantangan iklim ini dengan mengimplementasikan kebijakan dan tindakan mitigasi serta adaptasi.

Upaya dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, pelestarian hutan, pengembangan sumber energi terbarukan, konservasi air, dan pengelolaan bencana alam menjadi langkah-langkah penting dalam mengatasi tantangan iklim di Malaysia.

Dampak Iklim di Malaysia terhadap Lingkungan dan Masyarakat

Dampak Iklim di Malaysia (Foto: RDS)

1. Banjir dan Tanah Longsor

Dampak perubahan iklim di Malaysia pertama adalah curah hujan yang tinggi dalam periode musim hujan meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah di Malaysia. Banjir yang parah dapat merusak infrastruktur, merugikan sektor pertanian, dan mengancam keselamatan penduduk.

2. Kekurangan Air

Perubahan pola curah hujan yang tidak merata dan musim kemarau yang panjang dapat menyebabkan kekeringan dan kekurangan air di beberapa wilayah. Hal ini mempengaruhi pasokan air bagi masyarakat, pertanian, dan industri.

3. Kerusakan Ekosistem

Perubahan iklim di Malaysia berdampak negatif pada ekosistem hutan di negara tersebut. Perubahan suhu dan pola curah hujan yang tidak stabil mengganggu keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekosistem.

Kerusakan habitat mengancam kelangsungan hidup flora dan fauna endemik, termasuk spesies yang terancam punah.

4. Peningkatan Penyakit

Iklim yang lembap dan hangat menjadi lingkungan yang ideal bagi perkembangan vektor penyakit seperti nyamuk Aedes yang menyebabkan penyakit demam dengue. Peningkatan suhu juga dapat mempengaruhi penyebaran penyakit tropis lainnya seperti malaria.

5. Kerentanan Pesisir

Kenaikan permukaan air laut dan erosi pesisir mengancam wilayah pesisir Malaysia. Pulau-pulau dan pemukiman pesisir rentan terhadap banjir rob, intrusi air laut, dan hilangnya habitat pantai yang penting. Masyarakat pesisir dan nelayan juga menghadapi ancaman terhadap mata pencaharian mereka.

6. Kerugian Ekonomi

Dampak perubahan iklim dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi sektor-sektor seperti pertanian, perikanan, pariwisata, dan infrastruktur. Kekeringan, banjir, dan bencana alam lainnya dapat mengganggu produksi, mengurangi pendapatan, dan meningkatkan biaya pemulihan.

7. Perubahan Sosial

Dampak perubahan iklim juga dapat mempengaruhi sosial dan kesejahteraan masyarakat. Kekurangan air dan pangan, peningkatan penyakit, dan kerugian ekonomi dapat menyebabkan ketidakstabilan sosial, migrasi, dan konflik.

Pemahaman tentang dampak-dampak ini penting bagi pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengambil tindakan mitigasi dan adaptasi yang tepat.

Upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, pelestarian ekosistem, pengelolaan air yang berkelanjutan, dan peningkatan ketahanan komunitas menjadi kunci dalam menghadapi dampak-dampak negatif yang diakibatkan oleh perubahan iklim di Malaysia.


Tag :