Jenis Kritik Sastra (Winda:Canva)

Kritik sastra adalah salah satu bidang ilmu yang mempelajari, mengevaluasi dan menganalisis karya sastra seperti novel, cerpen, drama, dan puisi.

Selain itu, kritik sastra juga memiliki peran penting dalam memahami dengan cakupan yang lebih mendalam yang terbagi dalam berbagai jenis.

Mengutip dari buku berjudul Buku Materi Pokok (BMP) Kritik Sastra karya Prof. Dr. Suminto A. Sayuti (2016), ada berbagai jenis kritik sastra yang wajib dipahami khususnya bagi para mahasiswa yang mendalami studi sastra agar tak keliru jenis satu dan lainnya.

Biasanya hanya dilakukan oleh individu yang memiliki pengetahuan yang mendalam, dan pengalaman yang kuat tentang suatu karya sastra tertentu.

Pengalaman ini memungkinkan mereka untuk tidak hanya menilai karya sastra, tetapi juga melakukan analisis yang cermat terhadap karya tersebut.

Lantas, apa saja jenis jenis kritik sastra? Berikut akan kami ulas secara lengkap jenisnya. Yuk, disimak hingga akhir!

Jenis-jenis Kritik Sastra

(Foto: Bangunpendidikan/@Farahsati)

Dalam mengkritik suatu karya sastra, terbagi menjadi tiga jenis utama yaitu:

1. Jenis Kritik Sastra Berdasarkan Bentuknya

Menurut Abrams (1981), kritik sastra dibagi menjadi dua jenis berdasarkan bentuknya, yaitu:

A. Kritik Teoritik

Suatu pendekatan dalam kritik sastra yang fokus pada pembentukan istilah dan kategori yang digunakan untuk menganalisis dan menginterpretasikan karya sastra.

Dalam konteks ini, kritik teoritik belum secara langsung mengulas suatu karya sastra tertentu.

Sebaliknya, fokusnya adalah pada pengembangan kerangka kerja konseptual yang dapat digunakan untuk memahami karya sastra secara umum.

Tujuannya adalah untuk menciptakan alat analisis yang dapat diterapkan pada berbagai jenis karya sastra.

B. Kritik Praktikal

Jenis kritik sastra yang lebih terkait dengan karya sastra tertentu. Ini melibatkan penggunaan teori yang telah ditetapkan dalam kritik teoritik untuk menganalisis dan menafsirkan karya  tertentu.

Dengan kata lain, kritik praktikal mengambil konsep abstrak yang telah dikembangkan dalam kritik teoritik dan mengaplikasikannya pada karya secara spesifik.

Ini membantu pembaca dan peneliti untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang makna dan nilai sastra dari karya yang ditelaah.

2. Jenis Kritik Sastra Berdasarkan Orientasi

(Foto: Bangunpendidikan/@Farahsati)

Sedangkan berdasarkan orientasinya, jenis kritik sastra dapat diklasifikasikan menjadi empat yaitu:

A. Kritik Mimetik

Kritik mimetik adalah suatu pendekatan yang menitikberatkan pada bagaimana karya sastra menghubungkan dirinya dengan realitas atau kenyataan.

Kritikus yang menggunakan pendekatan ini mencari cara untuk memahami karya kedalam dunia nyata, mungkin dalam bentuk tema, karakter, atau situasi yang terdapat dalam cerita.

B. Kritik Pragmatik

Jenis kritik sastra pragmatik memusatkan perhatian pada respons pembaca terhadap karya sastra dan bagaimana karya tersebut memengaruhi atau berinteraksi dengan pembaca.

Ini mencakup pemeriksaan bagaimana karya sastra dapat memicu perasaan, pemikiran, atau tindakan pada pembaca, serta bagaimana karya tersebut mungkin memiliki efek dalam konteks sosial atau budaya.

C. Kritik Ekspresif

Pendekatan ini mencoba memahami bagaimana pengarang menyampaikan dirinya sendiri melalui karya sastra.

Ini melibatkan penelitian tentang bagaimana pengalaman, nilai, atau pandangan pengarang tercermin dalam tulisannya.

Kritik ekspresif juga sering mengeksplorasi kaitan antara karya dan latar belakang pengarang.

D. Kritik Objektif

Kritik objektif berfokus pada analisis unsur intrinsik karya sastra itu sendiri, seperti gaya bahasa, struktur naratif, dan penggunaan simbol. Ini adalah pendekatan yang lebih terkonsentrasi pada biografi pengarang atau konteks sejarah.

3. Jenis Kritik Sastra Berdasarkan Pelaksanaan

Berdasarkan metode pelaksanaannya, kritik sastra dapat dikelompokkan ke dalam beberapa jenis, yaitu:

A. Kritik Judisial

Pendekatan judisial adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya dengan membandingkannya dengan karya-karya lain yang dianggap sebagai patokan standar dalam hal kehebatan dan keindahan sastra.

B. Kritik Impresionistik

Kritik ini berfokus pada ekspresi kesan-kesan pribadi dari seorang kritikus terhadap suatu karya sastra tertentu, yang kemudian dijelaskan dalam bentuk tafsiran subjektif.

C. Kritik Induktif

Jenis kritik sastra ini melibatkan analisis objektif terhadap sebuah karya, baik dari segi isi, ide, maupun aspek bahasa, berdasarkan fenomena yang terdapat dalam karya tersebut.

Analisis ini sering kali merujuk pada teori sastra untuk menjelaskan fenomena tersebut.

D. Kritik Filosofis

Jenis kritik ini bertujuan untuk mencari dasar yang sesuai untuk menilai karya sastra dengan menganalisis esensi dan peran sastra sebagai sarana refleksi tentang kehidupan dan pemikiran filosofis.

Demikianlah informasi seputar jenis jenis kritik sastra, dari jenis di atas, kamu tertarik mengkritik karya sastra menggunakan apa, nih?


Tag :