Kedudukan Anak dalam Islam (Winda:Canva)

Pentingnya peran seorang anak dalam pandangan Islam telah dijelaskan melalui beberapa ayat dalam Al-Quran.

Setidaknya ada enam kedudukan anak dalam Islam. Seorang anak dipandang sebagai amanah yang Allah SWT percayakan kepada orang tua.

Rasulullah SAW juga menggambarkan dalam haditsnya bahwa setiap anak yang dilahirkan merupakan individu yang suci, dan kondisinya akan sangat dipengaruhi oleh peran serta dan tanggung jawab kedua orang tuanya melalui sabda:

كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ

Artinya: "Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah (suci). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani." (HR Bukhari dan Muslim).

Maka dari itu, setiap orang tua sudah sepatutnya menjaga amanah dari Allah SWT tersebut dengan sebaik mungkin. 

Lantas, apa saja kedudukan anak dalam keluarga sesuai dengan ajaran Islam? 

1. Anugerah Terbaik dari Allah SWT

Anak adalah salah satu anugerah terbaik dari Allah SWT. Kehadiran anak dapat memberikan kebahagiaan bagi kehidupan khususnya pasangan suami istri.

Sebagaimana firman-Nya dalam Surat Asy-Syura ayat 49-50 sebagai berikut:

لِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُ ۗيَهَبُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ اِنَاثًا وَّيَهَبُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ الذُّكُوْرَ ۙ - ٤٩ اَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَّاِنَاثًا ۚوَيَجْعَلُ مَنْ يَّشَاۤءُ عَقِيْمًا ۗاِنَّهٗ عَلِيْمٌ قَدِيْرٌ - ٥٠

Artinya: "Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi; Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan jenis laki-laki dan perempuan, dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa." (QS. asy-Syura: 49-50)

2. Sebagai Perhiasan di Dunia

Kedudukan anak selanjutnya yaitu memberikan kesenangan hidup atau perhiasan di dunia bagi kedua orang tuanya. Allah berfirman dalam Surat Ali Imran ayat 14:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَاۤءِ وَالْبَنِيْنَ وَالْقَنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْاَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰبِ

Artinya: "Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik."

Ayat di atas menjelaskan tentang kesenangan hidup yang Allah hadirkan kepada tiap hambaNya.

Melansir dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), kedudukan anak sebagai kesenangan hidup diartikan sebagai respons alami manusia ketika memiliki seorang anak.

3. Amanah dari Allah SWT

Anak merupakan amanah dari Allah SWT yang dititipkan kepada orang tuanya.

Untuk itu, anak harus dijaga dan dipelihara dengan baik agar dapat tumbuh dan berkembang, baik secara jasmani maupun rohani.

Setiap manusia diciptakan untuk menjadi hamba-Nya.

Maka dari itu, kedudukan anak dalam Al Quran tercantum di Surat Az-Zariyat ayat 56 sebagai berikut:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ - ٥٦

Artinya: "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Az-Zariyat: 56)

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah menegaskan, kelak Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban orang tua tentang amanah yang diberikan itu. Apakah amanah tersebut ditunaikan dengan baik atau tidak.

4. Ujian dan Cobaan

Selain sebagai anugerah dan nikmat dari Allah SWT, kedudukan anak dalam Islam juga sebagai ujian dan cobaan bagi orang tuanya.

Hal ini ditegaskan dalam QS. At-Taghabun ayat 15.

اِنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۗوَاللّٰهُ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ - ١٥

Artinya: "Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar." (QS. At-Taghabun: 15)

Anak dapat membuat orang tua menjadi angkuh dan tidak mensyukuri nikmat Allah. Terkadang mereka merasa bangga dan paling tinggi dari orang lain.

5. Penerus Garis Keturunan

Posisi seorang anak dalam hubungan dengan orang tua diartikan sebagai kelangsungan garis keturunan dan cita-cita hidup yang diwariskan oleh kedua orang tuanya.

Oleh karena itu, pentingnya pendekatan mendidik anak dengan baik menjadi fokus utama bagi orang tua.

Hal ini terangkum dalam Surat Al-Baqarah ayat 133, yang berbunyi:

أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

Artinya: "Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput Yakub, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab, "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami (hanya) berserah diri kepada-Nya."

6. Menjadi Pahala Orang Tua

Anak sholeh adalah anak yang sikap dan perilakunya mencerminkan keimanan dan keislaman.

Anak sholeh memiliki ketaatan dan kepasrahan terhadap hukum dan ajaran dari Allah SWT dan rasul-Nya.

Ia juga memberikan manfaat bagi sesama. Keshalehan itulah yang akan menjamin terkabulnya doa untuk kedua orang tua.

Disebutkan dalam sebuah hadits riwayat Muslim yang bersumber dari Abu Hurairah ra.

عن أبي هريرة رضي الله عنه: أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: إذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثَةِ: إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: "Dari Abu Hurairah ra. berkata: Rasulullah bersabda: "Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya." (HR. Muslim)

Untuk menjalankan peran sebagai orang tua yang bertanggung jawab, marilah umat muslim berusaha menjaga amanah dari Allah SWT dengan memahami kedudukan anak dalam Islam.

Disarankan para orang tua untuk panjatkan doa untuk anak semasa dalam kandungan agar anak mempunyai akhlak mulia.

Sehingga, nantinya dapat meraih keberkahan dan kebahagiaan dalam keluarga.


Tag :