foto: freepik/macrovector

Nabi Daud, salah satu tokoh agung dalam sejarah keagamaan, memiliki kisah yang begitu luar biasa dan penuh keberanian, mulai dari kelahirannya hingga wafatnya.

Dilahirkan di Bethlehem, Palestina, pada kurun waktu sekitar 1040 SM, Nabi Daud tumbuh sebagai gembala yang penuh kecakapan. Namun, takdirnya berubah ketika ia diurapi menjadi raja oleh Nabi Samuel.

Keberanian cerita kisah Nabi Daud singkat dan lengkap terutama tergambar dalam peristiwa melegenda ketika ia berhasil mengalahkan raja yang perkasa, Jalut, dengan hanya bersenjatakan ketapel dan batu.

Kemenangan epik ini menjadikan Nabi Daud sebagai simbol kekuatan iman dan keberanian yang tak tergoyahkan.

Artikel ini akan mengupas lebih dalam perjalanan kisah Nabi Daud singkat kelas 5 SD, dari awal mula perkenalannya dengan tuhan hingga akhir hayatnya yang penuh berkah.

Simak perjalanan cerita kisah Nabi Daud singkat kelas 5 SD di bawah ini!

Kisah Kelahiran Nabi Daud AS

Mengutip buku Aqidah Akhlaq oleh Taofik Yusmansyah (2008), cerita kisah Nabi Daud singkat dilahirkan di Bethlehem, sebuah kota kecil di Palestina pada sekitar tahun 1040 SM. Dia berasal dari keluarga Isai, yang merupakan keturunan suku Yehuda.

Daud tumbuh sebagai seorang gembala dan menjadi terampil dalam menjaga domba-domba keluarganya. Namun, pada suatu hari, takdir cerita kisah Nabi Daud singkat dan lengkap berubah secara dramatis.

Nabi Samuel, yang diutus oleh Allah, tiba di Betlehem untuk mengurapi salah satu anak Isai menjadi raja yang baru. Anak Isai yang terpilih ternyata adalah Nabi Daud AS.

Menjadi Pasukan Raja Thalut yang Paling Muda

Daud adalah penyelamat keturunan Israel dan menjadi pemimpin yang sangat disegani. Seorang pemuda bernama Daoud bergabung dengan pasukan Raja Talut. Ia disuruh ayahnya untuk menemani kedua saudaranya yang hendak berangkat berperang.

Namun dalam cerita kisah Nabi Daud AS, ia tidak diperkenankan maju ke garis depan dan hanya disuruh mengabdi pada kedua saudaranya di belakangnya.

Pada saat peperangan melawan pasukan Jalut, Allah memberikan kepada Daud kemampuan untuk mengolah besi menjadi senjata perang. Meski jumlah pasukannya sedikit, namun pasukan Thalut mampu mengalahkan pasukan Jalut dengan izin Allah.

Hanya Jalut yang tersisa. Tak disangka, Daud yang masih remaja muncul di depan dan meminta izin Talut untuk menghadapi Jarut.

Berhasil Mengalahkan Raja Jalut

Kisah pertarungan Nabi Daud melawan raja Jalut (Goliath) adalah salah satu cerita terkenal dalam sejarah Nabi Daud. Kisah ini dapat ditemukan dalam Al-Quran dan juga tercatat dalam tradisi Yahudi dan Kristen.

Nabi Daud, yang penuh keyakinan kepada Allah, menyatakan bahwa dia bersedia menghadapi Jalut yang usianya masih belia.

Meskipun awalnya dicemooh karena usulannya yang dianggap tidak masuk akal oleh beberapa orang, Raja Saul, pemimpin Israel pada waktu itu, akhirnya setuju untuk memberikan kesempatan kepada Nabi Daud.

Sebagai senjata, Nabi Daud hanya membawa ketapel dan lima batu. Dengan kekuatan dan perlindungan dari Allah, Nabi Daud melemparkan batunya dengan sangat tepat dan mengenai dahi Jalut. Raja Jalut pun roboh dan Nabi Daud segera mengambil pedang Jalut untuk mengakhiri hidupnya.

Mendirikan Baitul Maqdis

Nabi Daud juga mendirikan Baitul Maqdis, yaitu tempat ibadah di Yerusalem yang menjadi pusat spiritual bagi umat Israel. Allah juga memberinya mukjizat seperti bicara dengan burung-burung dan besi yang menjadi lembut di tangannya.

Nabi Daud Menerima Kitab Zabur

Dilansir dari buku Aqidah Akhlaq oleh Taofik Yusmansyah (2008), kisah Nabi Daud AS diangkat menjadi nabi/rasul pada usia 40 tahun. Allah SWT mewahyukan kepadanya Kitab Zabur.

Zabur adalah salah satu kitab suci dalam ajaran Islam dan dipercayai sebagai wahyu yang diberikan kepada Nabi Daud untuk membimbing umat manusia.

Pemberian Zabur kepada Nabi Daud merupakan bagian dari warisan kenabian dalam Islam, yang mencakup serangkaian kitab-kitab suci yang diberikan oleh Allah kepada para rasul-Nya untuk memberikan petunjuk dan pedoman bagi umat manusia.

Kisah Wafatnya Nabi Daud AS

Ketika Nabi Daud sedang pergi, istrinya mengunjungi dan memeriksa kondisi rumahnya. Dia melihat seorang pria berdiri tegak di tengah rumah.

Istri Nabi Daud kaget karena pria tersebut bisa masuk meski rumahnya terkunci. Ia khawatir Nabi Daud akan marah jika ada yang tertangkap di rumahnya. Segera setelah itu, Nabi Daud pulang ke rumah sebagai orang yang sama, tanpa rasa takut atau khawatir.

Nabi Daud bertanya kepada pria itu. Dia mengungkapkan identitasnya dan nabi Daud segera mengenalinya. Dia berkata, “Aku adalah orang yang tidak takut pada raja, dan tidak ada seorang pun yang dapat menghentikanku.” Maka nabi Daud mengakui kualitasnya. Nabi Daud bersabda: “Jadi kamu (demi Allah) adalah malaikat maut. Selamat menyambut keputusan Allah.” Kemudian nyawa Nabi Daud dicabut dan beliau wafat.

Dalam menggali kisah Nabi Daud singkat kelas 5 SD, Abda dapat menyadari bahwa keberanian dan kepercayaan kepada Tuhan adalah pilar utama dalam perjalanan hidupnya.

Meskipun memiliki kekuasaan dan kebijaksanaan, Doa Nabi Daud menghadapi ujian dan cobaan yang berat dalam kehidupannya, dan ia selalu kembali kepada Allah dalam penyesalan dan tawakal. Nabi Daud meninggal sebagai salah satu nabi yang dihormati dan dicintai dalam sejarah agama Islam.

Kisah epik pertarungannya melawan raja Jalut dengan hanya membawa ketapel dan batu, memberikan inspirasi yang mendalam bagi kita semua.

Nabi Daud bukan hanya seorang raja yang bijaksana, melainkan juga seorang pemimpin yang gigih dan penuh kasih sayang. Dari lahir hingga wafat, setiap langkah hidupnya memberikan teladan tentang keberanian, kesetiaan, dan keimanan yang kokoh.

Semoga kisah Nabi Daud singkat kelas 5 SD terus memberi inspirasi bagi generasi-generasi berikutnya untuk menjalani kehidupan dengan keberanian dan keyakinan yang tak tergoyahkan, menghadapi setiap tantangan dengan sikap penuh kepercayaan kepada Tuhan.


Tag :