I0 Cara Membuat Cerita Fantasi yang Menarik

Bangun Pendidikan - BAHASA (20-12-2023)

Membuat Cerita Fantasi (Winda:Canva)

Menciptakan sebuah cerita fantasi yang menarik pembaca bukanlah tugas yang mudah.

Tetapi dengan mengetahui proses di balik membuat cerita fantasi, kamu dapat menghasilkan kualitas tulisan yang menarik untuk dibaca.

Biasanya, ketika menuliskan cerita fantasi latar cerita dapat dibedakan menjadi dua. yaitu latar waktu sezaman dan latar lintas waktu.

Maka dari itu, disarankan alur ceritanya memiliki kekuatan untuk membawa pembaca ke dunia yang penuh dengan keajaiban, makhluk fantastis, dan petualangan tak terduga.

Lantas, bagaimana cara membuat cerita fantasi? Jika kamu belum mengetahuinya tak perlu risau, ya. Pada artikel kali ini, akan kami kupas tuntas. Yuk, simak hingga akhir!

1. Menemukan Inspirasi

Langkah pertama membuat cerita fantasi adalah dengan cara identifikasi topik atau ide yang menarik bagi kamu. Ini bisa berasal dari pengalaman pribadi, berita, pertanyaan filosofis, atau bahkan konsep imajinatif.

Sentuhan kreatif dapat dihasilkan dengan bertanya pada diri sendiri, "Bagaimana jika...?" atau "Apa yang terjadi jika...?"

2. Merumuskan Pernyataan

Setelah mendapatkan ide atau topik, langkah berikutnya membuat cerita fiksi adalah merumuskannya menjadi pernyataan agar kamu dapat memulai penulisan cerita fantasi kamu sendiri dengan lebih jelas.

3. Membentuk Latar Cerita

Selanjutnya, tentukan latar tempat, waktu, dan suasana untuk menghadirkan kedalaman dalam cerita.

Hal ini bertujuan agar cerita menjadi lebih menarik dan mencegah pembaca merasa kebingungan.

Kenalkan setiap elemen latar dalam bagian orientasi, kemudian kembangkan lebih lanjut di bagian komplikasi.

4. Buat Karakter

Gambarkan dengan rinci setiap tokoh yang muncul dalam cerita, termasuk nama, sifat, karakteristik, dan informasi lainnya yang dapat membantu pembaca memahami tokoh dengan lebih baik.

Jangan lupa pula sajikan konflik yang mungkin nantinya masing-masing tokoh perankan. Selain itu, berikan motivasi dan tujuan yang jelas kepada setiap karakter.

5. Tentukan Garis Besar Cerita

Tentukan alur cerita dari awal hingga akhir. Gunakan poin-poin untuk menggambarkan peristiwa utama dan perkembangan karakter. Pastikan adanya konflik atau ketegangan yang mempertahankan ketertarikan pembaca.

6. Pengembangan Cerita

Selanjutnya, membuat cerita fantasi dengan kembangkan cerita sesuai dengan garis besar yang telah kamu buat, menjadikannya sebuah karya yang menarik dan memikat untuk dibaca.

7. Penentuan Judul yang Menarik

Setelah menyelesaikan proses pengembangan cerita, langkah selanjutnya adalah menciptakan judul yang mampu memikat perhatian pembaca.

Judul harus mencerminkan esensi cerita dan memiliki daya tarik yang dapat membuat pembaca ingin mengetahui lebih banyak.

Pastikan judul tersebut relevan dengan isi cerita dan dapat menciptakan rasa ingin tahu.

8. Revisi dan Edit

Jika penulisan sudah selesai, langkah penting cara membuat cerita fiksi selanjutnya adalah melakukan revisi menyeluruh.

Proses ini mencakup perbaikan kesalahan gramatikal, peninjauan gaya penulisan, dan memastikan logika cerita berjalan dengan baik.

Disarankan untuk meminta masukan dari orang lain, seperti teman atau editor, agar dapat melihat perspektif yang berbeda.

Membaca kembali karya dengan mata fresh juga membantu penulis melihat potensi perbaikan yang mungkin terlewat pada saat penulisan awal.

9. Sisipkan Amanat

Meskipun cerita bersifat fiktif, memberikan amanat atau pesan moral dapat menambah kedalaman cerita.

Pemikiran ini dapat menciptakan kesan yang lebih mendalam pada pembaca, membuat mereka merenung dan mengambil pelajaran dari cerita yang telah dibaca.

Amanat dapat berkaitan dengan nilai-nilai kehidupan, moralitas, atau pengalaman karakter dalam cerita.

10. Publikasikan Karya

Langkah terakhir adalah mempublikasikan karya yang telah selesai. Penulis dapat memilih berbagai media untuk membagikan cerita, seperti blog pribadi, platform penulisan online, atau melalui media sosial.

Jika penulis memiliki niat untuk mencetak cerita menjadi buku, mengirimkan naskah ke penerbit merupakan opsi yang dapat dijelajahi.

Proses ini memungkinkan karya penulis untuk diakses oleh pembaca lebih luas, dan penulis dapat mendapatkan umpan balik yang berguna untuk pengembangan karya masa depannya.

Dengan mengikuti cara membuat cerita fiksi ini, kamu dapat menciptakan cerita fiksi yang lebih terstruktur, menarik, dan dapat memikat pembaca. Sehingga, nantinya kamu dapat dikenal luas oleh semua orang sebagai penulis handal.


Tag :