foto: Pexels/cottonbro studio

Tidak terlalu terkenal di Indonesia, Anggar menjadi salah satu cabang olahraga yang sedang menarik perhatian di kala viralnya sebuah drama Korea berjudul Twenty-Five Twenty-One yang diperankan oleh Kim Tae-ri dan Nam Joo-hyuk.

Dalam dunia olahraga yang kaya akan berbagai variasi dan tradisi, muncullah sebuah permainan yang unik dan menarik perhatian. Anggar, olahraga pedang yang berasal dari Jerman. Lantas, apa itu Anggar?

Melansir jurnal “Optimalization of Reaction Time Through Imagery and Concentration Training in Fencing” oleh Hariyanto (2021), Anggar termasuk jenis olahraga ketangkasan yang memiliki karakteristik khas, yaitu penekanan pada kelincahan tangan dalam menggunakan senjata (Supriyoko & Mahardika, 2018).

Anggar tidak hanya sekadar sebuah kompetisi fisik, tetapi juga mencakup aspek strategi, keterampilan teknis, dan sejarah yang kaya.

Artikel ini akan mengajak kita untuk memahami lebih dalam tentang olahraga Anggar, bagaimana permainan ini dimainkan, serta mengapa olahraga tersebut tetap memikat hati orang-orang di era modern ini. Yuk simak tulisan di bawah ini!

Pengertian Olahraga Anggar

Olahraga Anggar adalah sebuah jenis olahraga beladiri yang melibatkan pertempuran simulasi menggunakan pedang. Dalam Anggar, dua pesilat atau atlet berhadapan satu sama lain dan bertarung dengan menggunakan pedang khusus yang memiliki ujung tumpul.

Tujuan utama dari olahraga ini adalah untuk mencetak skor dengan cara mengenai bagian tubuh lawan yang telah ditetapkan sebagai target, sambil menghindari kontak fisik yang sebenarnya.

Setiap pertandingan diatur secara ketat oleh aturan dan sistem perhitungan poin yang memperhitungkan teknik, presisi, dan strategi dari setiap gerakan.

Olahraga Anggar memiliki sejarah yang kaya dan berasal dari tradisi militer Eropa, terutama Jerman dan Prancis, sebelum berkembang menjadi sebuah kompetisi olahraga yang resmi dan diakui secara internasional.

Sejarah Anggar

Olahraga Anggar memiliki akar yang dalam dan merentang kembali ke abad pertengahan di Eropa. Awalnya, teknik-teknik beladiri pedang yang kemudian menjadi dasar Anggar digunakan dalam latihan militer dan pertempuran.

Namun, seiring berjalannya waktu, latihan semacam itu berkembang menjadi bentuk kompetisi dan hiburan. Pada abad ke-19, Anggar mulai diatur dan dijadikan olahraga kompetitif. Ini terjadi di berbagai negara Eropa, termasuk Jerman dan Prancis.

Pada tahun 1896, Anggar bahkan menjadi bagian dari Olimpiade Modern pertama di Athena, Yunani. Awalnya, hanya ada satu jenis Anggar yang diperlombakan, yaitu Anggar degen (pedang pendek).

Namun, seiring waktu, variasi lain dari Anggar, seperti Anggar floret (pedang lentur) dan Anggar sabre (pedang pendek melengkung), juga diakui dan dimasukkan ke dalam program Olimpiade.

Selama abad ke-20, Anggar terus berkembang sebagai olahraga dengan aturan yang lebih terperinci dan lebih sistematis. Organisasi internasional, seperti Federasi Anggar Internasional (Fédération Internationale d'Escrime/FIE), didirikan untuk mengatur dan memajukan olahraga ini.

Anggar juga memainkan peran penting dalam pertumbuhan kesetaraan gender dalam olahraga, dengan wanita diperbolehkan untuk berkompetisi di Olimpiade pertama kali pada tahun 1924.

Sejak itu, Anggar terus menjadi olahraga populer di seluruh dunia, dengan banyak atlet yang mencari untuk menguasai teknik-tekniknya yang kompleks dan memenangkan medali di tingkat internasional.

Olahraga ini tidak hanya mengedepankan fisik, tetapi juga keterampilan mental, kecepatan berpikir, dan strategi yang cerdas.

Dengan sejarahnya yang panjang dan peran pentingnya dalam pengembangan olahraga beladiri modern, Anggar tetap menjadi bagian integral dari dunia olahraga hingga saat ini.

Manfaat Anggar

Olahraga Anggar tidak hanya memberikan hiburan dan tantangan fisik, tetapi juga memiliki sejumlah manfaat lainnya:

  • Keterampilan Fisik: Anggar melibatkan gerakan yang melatih kelincahan, keseimbangan, dan koordinasi. Pesilat harus memiliki kemampuan untuk bergerak dengan cepat, merespons secara instan, dan menjaga posisi tubuh yang tepat.
  • Kepintaran Mental: Anggar memerlukan kecepatan berpikir dan analisis strategi dalam waktu nyata. Pesilat harus dapat memprediksi gerakan lawan, mengevaluasi situasi, dan mengambil keputusan cepat yang tepat untuk mencetak poin.
  • Disiplin dan Tanggung Jawab: Latihan dan persiapan dalam Anggar memerlukan kedisiplinan yang tinggi. Pesilat harus menjaga jadwal latihan, mengikuti aturan dengan ketat, dan bertanggung jawab atas kemajuan pribadi mereka.
  • Kontrol Emosi: Dalam Anggar, pemain harus mengendalikan emosi mereka, seperti kecemasan dan frustrasi, untuk tetap fokus pada permainan. Kemampuan ini dapat membantu dalam situasi kehidupan sehari-hari di luar arena olahraga.
  • Kepercayaan Diri: Berhasil dalam Anggar dapat meningkatkan rasa percaya diri. Kemampuan untuk menghadapi tantangan dan mengatasi rintangan dalam pertandingan dapat mentransfer ke dalam kehidupan pribadi dan profesional.
  • Kesetaraan Gender: Anggar telah lama menjadi pelopor kesetaraan gender dalam olahraga, memungkinkan wanita untuk berkompetisi dengan pria di tingkat yang sama. Ini dapat mempromosikan pandangan positif tentang kesetaraan dan kerjasama.
  • Pertemanan dan Komunitas: Anggar membawa orang-orang bersama dalam komunitas yang berbagi minat yang sama. Hubungan sosial yang berkembang selama latihan dan pertandingan dapat membantu dalam membangun persahabatan dan jaringan sosial.
  • Kesehatan Jantung dan Fisik: Latihan intensif dalam Anggar dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular, kekuatan otot, dan daya tahan fisik secara keseluruhan.
  • Stres Relief: Seperti olahraga lainnya, Anggar dapat berperan sebagai pelarian dari stres dan tekanan harian, memberikan kesempatan untuk melepaskan energi dan merasa lebih rileks.
  • Penghargaan Prestasi: Berkompetisi dalam Anggar dan meraih prestasi di tingkat lokal, nasional, atau internasional dapat memberikan rasa pencapaian dan penghargaan atas usaha keras yang telah diberikan.

Dalam keseluruhan, Anggar adalah olahraga yang tidak hanya memberikan kebugaran fisik, tetapi juga membentuk keterampilan mental dan emosional yang berharga bagi para praktisinya.

Peraturan Bermain Anggar

Peraturan bermain Anggar sangat penting untuk menjaga keselamatan para pesilat, memastikan fair play, dan mengatur jalannya pertandingan dengan baik. Berikut adalah beberapa peraturan umum dalam olahraga Anggar:

a. Perangkat dan Perlengkapan

Pesilat mengenakan seragam pelindung, termasuk masker yang melindungi kepala, baju besi yang melindungi tubuh bagian atas, sarung tangan khusus, dan celana pelindung. Pedang yang digunakan memiliki ujung tumpul untuk mencegah cedera serius.

b. Area Pertandingan

Area pertandingan Anggar, disebut "piste", adalah lintasan panjang dan sempit tempat pertandingan berlangsung. Pesilat harus tetap di dalam area ini selama pertandingan.

c. Tikaman yang Valid

Tikaman yang dianggap valid adalah tikaman yang diarahkan ke area yang ditetapkan sebagai target. Di olahraga Anggar floret dan sabre, target adalah torso, sedangkan di Anggar degen, target adalah seluruh tubuh.

d. Perhitungan Poin

Poin diberikan berdasarkan tikaman yang valid. Setiap jenis pedang memiliki sistem perhitungan poin yang berbeda. Tikaman di area target mendapatkan poin, dan pesilat pertama yang mencapai jumlah poin tertentu (biasanya 5 atau 15) memenangkan pertandingan.

e. Kontak Fisik

Anggar melarang kontak fisik langsung antara pesilat. Pemain harus menghindari kontak dengan lawan, dan hanya pedang yang diizinkan bersentuhan.

f. Perilaku Fair Play

Pesilat diharapkan menjunjung tinggi etika olahraga dan fair play. Pelanggaran etika, seperti perilaku tidak pantas atau serangan yang tidak sportif, dapat mengakibatkan penalti atau diskualifikasi.

g. Waktu Pertandingan

Setiap pertandingan olahraga Anggar memiliki batas waktu tertentu. Jika waktu habis sebelum pesilat mencapai jumlah poin tertentu, pemenang ditentukan berdasarkan jumlah poin yang sudah dicetak.

h. Wasit

Pertandingan diawasi oleh wasit yang mengawasi peraturan dan memberikan keputusan. Wasit memiliki otoritas untuk memberikan poin, memberikan peringatan, atau menghentikan pertandingan jika diperlukan.

i. Peringatan dan Diskualifikasi

Pesilat dapat diberikan peringatan (kartu kuning) untuk pelanggaran aturan ringan. Jika peringatan berlanjut, pesilat dapat didiskualifikasi (kartu merah) dan lawan dinyatakan sebagai pemenang.

j. Video Replay

Dalam beberapa turnamen besar, teknologi video replay dapat digunakan untuk mengklarifikasi keputusan wasit dalam situasi kontroversial.

Peraturan bermain Anggar bervariasi tergantung pada jenis pedang yang digunakan dan regulasi yang diberlakukan oleh organisasi yang mengatur pertandingan, seperti Federasi Anggar Internasional (FIE).

Penting bagi pemain Anggar dan para penggemar untuk memahami aturan yang berlaku dalam kompetisi yang mereka ikuti.

Teknik dan Aba-aba Anggar

Olahraga Anggar melibatkan berbagai teknik dan aba-aba yang menjadi dasar untuk mencetak poin dan berkompetisi dengan efektif.

Mengutip jurnal “Studying Fencing Lunge Accuracy and Response Time in Uncertain Conditions with An Innovative Simulator” oleh Anthony Sorel dkk (2019), pemain anggar dapat beradaptasi terhadap kondisi serangan dan mempertahankan akurasi alih-alih mengutamakan kecepatan yang didukung oleh hasil permainan.

Di bawah ini adalah beberapa teknik Anggar dan aba-aba yang digunakan dalam Anggar:

Teknik Dasar

  1. Attack (Serangan): Pesilat melakukan gerakan maju dengan tujuan mengenai lawan.
  2. Defense (Pertahanan): Gerakan untuk menghindari serangan lawan.
  3. Riposte (Balasan): Respon cepat setelah menghindari serangan lawan dengan menyerang balik.
  4. Counterattack (Kontra-serangan): Mengenai lawan saat mereka sedang menyerang.
  5. Parry (Parade): Mengalihkan atau memblokir serangan lawan dengan pedang.
  6. Feint (Pura-pura): Mengelabui lawan dengan gerakan palsu sebelum melakukan serangan yang sebenarnya.

Aba-aba

  1. En garde: Aba-aba untuk memulai pertandingan. Pesilat akan mengambil posisi siap berhadapan dengan lawan.
  2. Allez: Aba-aba untuk memulai aksi atau pertandingan setelah aba-aba "En garde".
  3. Halt: Aba-aba untuk menghentikan pertandingan, biasanya diberikan oleh wasit jika ada situasi berbahaya atau pelanggaran aturan.
  4. Touche: Aba-aba yang menandakan bahwa salah satu pesilat telah mencetak poin dengan mengenai target lawan.
  5. Hajime: Aba-aba untuk melanjutkan pertandingan setelah dihentikan dengan "Halt".
  6. Non-combativity: Aba-aba yang diberikan jika kedua pesilat tidak melakukan serangan selama periode waktu tertentu, biasanya untuk mendorong aksi aktif.

Teknik Khusus Anggar Floret

  1. Lunge: Gerakan maju dengan kaki depan ditarik ke depan secara tiba-tiba untuk mencapai target lawan.
  2. Ballestra: Kombinasi antara langkah maju dan lompatan kecil untuk mencapai jarak serangan yang lebih cepat.

Teknik Khusus Anggar Sabre

  1. Cut (Potongan): Gerakan melintang atau diagonal dengan pedang untuk mengenai target lawan.
  2. Slash (Iritan): Gerakan memotong dengan pedang untuk mencetak poin.
  3. Flèche: Gerakan lari cepat ke depan dengan pedang untuk mencapai target lawan dengan kejutan.

Sebagai warisan berharga dari Jerman, Anggar tidak hanya mewakili semangat kompetisi, tetapi juga mengajarkan tentang disiplin, ketekunan, dan kerjasama.

Olahraga Anggar telah melampaui batas waktu dan generasi, terus menjadi inspirasi bagi para atlet dan penggemar olahraga di berbagai belahan dunia.

Dengan memahami akar sejarah dan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap pertandingan, kita dapat menghargai keunikan Anggar sebagai olahraga pedang yang tak hanya membangkitkan semangat persaingan, tetapi juga mempertemukan kita dengan warisan budaya yang berharga.


Tag :