Bangun Pendidikan – Secara umum pendidikan dibagi menjadi 2 kategori, yaitu pendidikan formal dan pendidikan informal. Pendidikan formal adalah jenis pendidikan yang terstruktur dan sistematis yang berlangsung dalam lingkungan akademik seperti di sekolah, perguruan tinggi atau lembaga pendidikan lainnya. Hal ini sudah di tetapkan dalam undang-undang no 20 tahun tentang sistem pendidikan nasional ( Pasal 12 ayat 1 ) dinyatakan pendidikan memiliki jalur formal, non formal dan informal.

Dalam artikel tentang pendidikan informal, kita akan membahas tentang pengertian, bentuk-bentuk, dan manfaat dari pendidikan informal serta bagaimana cara memanfaatkannya secara efektif. Mari kita simak lebih lanjut.

Pengertian Pendidikan informal

Pendidikan informal merupakan bentuk pendidikan yang dilakukan di luar lingkungan formal atau tidak formal. Sistem pendidikan ini dapat berlangsung di berbagai tempat, seperti di rumah, di tempat kerja, di komunitas tertentu, atau melalui berbagai aktivitas di luar institusi pendidikan formal.

Biasanya, sistem pendidikan ini tidak memiliki kurikulum atau aturan-aturan yang baku seperti yang terdapat pada institusi pendidikan formal, dan seringkali dilakukan secara mandiri atau dengan bantuan orang lain. Bentuk pendidikan informal dapat berupa membaca buku, mengikuti pelatihan, mengikuti kursus online, atau mengikuti kegiatan di komunitas tertentu.

Fungsi Pendidikan Informal

Jika Anda sudah memahami pengertian pendidikan informal, dari penjelasan di atas. Berikut fungsi dan peranan pada pendidikan informal, yang berkaitan dengan pembentukan karakter anak, hingga kebiasaannya.

  • Memberikan pengetahuan dan keterampilan baru: Pendidikan informal memberikan kesempatan kepada individu untuk mempelajari pengetahuan dan keterampilan baru, baik yang relevan dengan kehidupan sehari-hari maupun yang berkaitan dengan karir atau pekerjaan.
  • Membantu pengembangan diri: Pendidikan informal juga dapat membantu pengembangan diri individu, seperti meningkatkan keterampilan interpersonal, pengembangan rasa percaya diri, dan kemampuan berkomunikasi.
  • Meningkatkan kualitas hidup: Dengan mempelajari pengetahuan dan keterampilan baru, individu dapat meningkatkan kualitas hidup mereka, baik dalam hal kehidupan pribadi maupun karir dan pekerjaan.
  • Memperkuat hubungan sosial: Pendidikan informal dapat membantu memperkuat hubungan sosial dan memperluas jaringan sosial individu, karena pembelajaran sering terjadi dalam situasi sosial.
  • Meningkatkan keberhasilan akademik: Pendidikan informal juga dapat membantu meningkatkan keberhasilan akademik, seperti ketika individu belajar secara mandiri untuk mempersiapkan ujian atau mengembangkan keterampilan dalam bidang yang berkaitan dengan karir atau pekerjaan.
  • Meningkatkan partisipasi dalam kehidupan masyarakat: Pendidikan informal dapat membantu meningkatkan partisipasi individu dalam kehidupan masyarakat dan memperkuat kapasitas individu untuk berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat.

Peran Orang Tua didalam Pendidikan Informal

Orang tua memainkan peran yang sangat penting dalam pendidikan informal. Berikut adalah beberapa peran orang tua dalam pendidikan informal:

  • Memberikan nilai-nilai moral: Orang tua dapat memberikan pendidikan moral dan nilai-nilai yang penting dalam kehidupan anak mereka, seperti integritas, kejujuran, rasa empati, dan tanggung jawab.
  • Menjadi contoh yang baik: Orang tua dapat menjadi contoh yang baik dengan mempraktekkan nilai-nilai moral dan perilaku yang positif dalam kehidupan sehari-hari mereka.
  • Mendorong pembelajaran mandiri: Orang tua dapat mendorong anak-anak mereka untuk belajar secara mandiri dan mengembangkan minat dan bakat mereka di luar sekolah.
  • Memberikan dukungan akademik: Orang tua dapat memberikan dukungan akademik, seperti membantu anak-anak mereka dalam mengerjakan tugas rumah atau memperkenalkan mereka pada sumber-sumber belajar yang baik.
  • Memberikan kesempatan belajar: Orang tua dapat memberikan kesempatan belajar melalui pengalaman langsung, seperti perjalanan ke tempat-tempat bersejarah atau perpustakaan umum.
  • Membantu pengembangan keterampilan: Orang tua dapat membantu anak-anak mereka mengembangkan keterampilan tertentu, seperti keterampilan menulis atau menggambar, atau memberikan pelatihan kerja yang relevan.
  • Memfasilitasi pendidikan informal: Orang tua dapat memfasilitasi pendidikan informal dengan memberikan akses ke sumber daya, seperti buku-buku, internet, atau program pelatihan.

Dengan memainkan peran aktif dalam pendidikan informal anak-anak mereka, orang tua dapat membantu anak-anak mereka untuk berkembang secara holistik dan meraih keberhasilan di masa depan.

Ciri-ciri Pendidikan Informal

Berikut adalah beberapa ciri pendidikan informal:

  • Tidak terstruktur: tidak memiliki struktur formal yang jelas seperti pada pendidikan formal dan non-formal. Tidak ada jadwal, kurikulum atau persyaratan yang harus dipenuhi.
  • Terjadi secara spontan: Pembelajaran dalam sistem pendidikan ini sering terjadi secara tidak terduga, ketika individu menemukan peluang untuk belajar dalam situasi sehari-hari atau situasi sosial.
  • Tidak memiliki tujuan yang jelas: Bentuk pendidikan ini tidak memiliki tujuan yang jelas, namun biasanya bertujuan untuk memberikan pengetahuan atau keterampilan baru kepada individu.
  • Sumber belajar beragam: Sumber belajar pada pendidikan ini bisa berupa orang-orang, lingkungan, media, atau sumber informasi lainnya seperti buku, video, atau internet.
  • Tanpa evaluasi formal: Sistem pendidikan ini tidak memiliki evaluasi formal seperti tes atau ujian, namun individu dapat mengevaluasi kemampuan atau pengetahuannya secara mandiri.
  • Dapat dilakukan oleh siapa saja: Pendidikan ini dapat dilakukan oleh siapa saja, tidak terbatas pada usia atau latar belakang pendidikan.
  • Belajar sambil beraktivitas: Pembelajaran dalam pendidikan ini seringkali terjadi sambil melakukan kegiatan sehari-hari atau dalam konteks aktivitas sosial, sehingga lebih menyenangkan dan lebih mudah diingat.

Contoh pendidikan Informal

Kesimpulan dari beberapa ciri diatas, pendidikan informal merupakan sebuah proses belajar mengajar, untuk membantu anak dalam berkembang, dan juga memberi wawasan tambahan, yang berlangsung seumur hidupnya. Berikut adalah beberapa contoh pendidikan informal.

  • Pendidikan karakter
  • Pendidikan agama
  • Pendidikan etika
  • Pendidikan sopan santun
  • Pendidikan moral
  • Sosialisasi dengan lingkungan

Jenis Pendidikan Informal

Pendidikan informal adalah jenis pendidikan yang tidak resmi dan tidak terstruktur yang biasanya tidak memiliki kurikulum atau standar formal. Berikut adalah beberapa jenis pendidikan informal:

  • Pelatihan kerja: Pelatihan kerja memberikan keterampilan kerja dan pelatihan teknis kepada individu yang ingin memasuki bidang pekerjaan tertentu.
  • Pelatihan olahraga: Pelatihan olahraga membantu meningkatkan kemampuan atletik dan keterampilan olahraga.
  • Pendidikan keagamaan: Pendidikan keagamaan dapat diberikan dalam bentuk pengajaran agama dan pelatihan spiritual.
  • Pendidikan bahasa: Pendidikan bahasa meliputi pembelajaran bahasa asing, pembelajaran bahasa daerah atau lokal, serta pengembangan kemampuan berbicara, menulis, dan membaca.
  • Pendidikan keterampilan hidup: Pendidikan keterampilan hidup membantu individu untuk belajar keterampilan seperti manajemen keuangan, memasak, merawat kesehatan, dan keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
  • Pendidikan seni dan musik: Pendidikan seni dan musik meliputi pembelajaran seni visual, musik, tari, dan drama.
  • Pendidikan informal online: Pendidikan informal juga dapat dilakukan secara online melalui platform pembelajaran online seperti video tutorial, kursus online, atau webinar.

Kelebihan Pendidikan Informal

Berikut adalah beberapa kelebihan pendidikan informal:

  1. Fleksibilitas: Pendidikan informal memungkinkan individu untuk belajar di waktu dan tempat yang nyaman bagi mereka. Hal ini memungkinkan untuk menggabungkan kegiatan belajar dengan pekerjaan atau tanggung jawab lainnya.
  2. Biaya yang terjangkau: Biaya pendidikan informal lebih terjangkau dibandingkan dengan pendidikan formal. Beberapa jenis pendidikan informal bahkan bisa didapatkan secara gratis atau dengan biaya yang sangat terjangkau.
  3. Fokus pada keterampilan praktis: Pendidikan informal lebih cenderung fokus pada pengembangan keterampilan praktis dan terkait langsung dengan kebutuhan individu dalam kehidupan sehari-hari atau pekerjaan mereka.
  4. Pembelajaran yang aktif: Pendidikan informal memungkinkan individu untuk belajar dengan cara yang lebih aktif dan terlibat, seperti melalui pengalaman praktis dan interaksi dengan mentor atau sesama pelajar.
  5. Memperluas jaringan sosial: Dalam beberapa jenis pendidikan informal, individu dapat memperluas jaringan sosial mereka dengan bertemu dengan orang-orang dengan minat yang sama atau yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang berbeda.
  6. Menambah kepercayaan diri: Pendidikan informal dapat meningkatkan kepercayaan diri dan membantu individu merasa lebih percaya diri dalam kehidupan pribadi dan profesional mereka.

Kekurangan Pendidikan Informal

Berikut adalah beberapa kekurangan pendidikan informal:

  1. Tidak terstandardisasi: Pendidikan informal tidak terstandardisasi dan tidak memiliki kurikulum yang jelas atau standar yang dapat dipertanggungjawabkan.
  2. Kurangnya pengakuan formal: Pendidikan informal tidak diakui secara resmi oleh institusi pendidikan formal atau pemerintah, sehingga tidak dapat diakui sebagai kualifikasi resmi.
  3. Kurangnya evaluasi: Pendidikan informal tidak memiliki evaluasi formal yang terstruktur dan dapat membatasi kemampuan individu untuk mengukur kemajuan mereka dalam pembelajaran.
  4. Keterbatasan sumber daya: Keterbatasan sumber daya seperti guru, buku, atau peralatan dapat menjadi hambatan dalam pendidikan informal.
  5. Kurangnya akses: Tidak semua orang memiliki akses yang sama ke pendidikan informal, terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil atau miskin.
  6. Kurangnya akuntabilitas: Tidak seperti pendidikan formal, pendidikan informal kurang akuntabilitas pada standar akademik dan kualitas pengajaran, sehingga tidak ada jaminan bahwa pendidikan informal yang diberikan berkualitas.
  7. Pembelajaran informal melalui keluarga: Pembelajaran informal melalui keluarga, seperti belajar tentang budaya dan tradisi keluarga, atau keterampilan dan nilai-nilai yang diajarkan oleh orang tua atau anggota keluarga lainnya.

Pendidikan informal dapat membantu individu mengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan pemahaman yang relevan dan berguna dalam kehidupan pribadi dan profesional mereka.

Lembaga Pendidikan Informal di Indonesia

Di Indonesia, terdapat berbagai lembaga pendidikan informal yang menyediakan pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi masyarakat. Berikut adalah beberapa contoh lembaga pendidikan informal di Indonesia:

  1. Sanggar Kreatif: Sanggar Kreatif adalah lembaga pendidikan informal yang menyediakan kursus keterampilan tangan, seperti membuat kerajinan tangan, menenun, dan menjahit.
  2. Primagama: Primagama adalah lembaga pendidikan informal yang menyediakan kursus bimbingan belajar untuk siswa SD, SMP, dan SMA.
  3. Rumah Belajar: Rumah Belajar adalah platform pembelajaran online gratis yang disediakan oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat.
  4. Kelas Inspirasi: Kelas Inspirasi adalah program pendidikan informal yang bertujuan untuk memberikan inspirasi dan motivasi bagi siswa sekolah dasar melalui interaksi dengan para profesional.
  5. Komunitas Belajar Indonesia: Komunitas Belajar Indonesia adalah lembaga pendidikan informal yang menyediakan program pelatihan keterampilan dan pengembangan diri bagi masyarakat.
  6. Jendela Indonesia: Jendela Indonesia adalah lembaga pendidikan informal yang menyediakan program pengembangan keterampilan, seperti kursus bahasa Inggris dan pelatihan IT.
  7. Pusat Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan (Pusdiklat): Pusdiklat adalah lembaga pendidikan informal yang diselenggarakan oleh pemerintah untuk memberikan pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi pegawai negeri sipil dan masyarakat umum.

Lembaga pendidikan informal ini merupakan alternatif bagi masyarakat yang ingin mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka di luar lingkungan sekolah atau perguruan tinggi formal.


Tag :