Proses Terbentuknya Planet (Gambar:Space)

Dalam bidang ilmu kosmologi, planet merupakan jenis objek astronomi yang mengorbit bintang dan memiliki massa yang memadai untuk membentuk planet itu sendiri.

Mengutip dari buku berjudul Planet dan Satelit karya Viyanti (2021), menjelaskan bahwa proses terbentuknya planet terjadi sejak belasan milyaran tahun lalu, dimulai dengan awan gas dan debu yang tersebar di sekitar sebuah bintang.

Partikel ini ditarik oleh gaya gravitasi dan mulai berkoalisi, bergabung, serta meningkatkan ukurannya. Proses ini dikenal sebagai fenomena akresi.

Banyak teori yang berusaha menjelaskan bagaimana akresi berlangsung dan mengapa beberapa awan debu dan gas menghasilkan planet, sementara yang lainnya tidak berhasil terbentuk dengan sempurna.

Ingin tahu bagaimana proses terbentuknya planet? Berikut akan kami bahas selengkapnya pada artikel di bawah ini, ya.

Agar wawasan kamu kian bertambah. Yuk, langsung disimak hingga akhir!

1. Terbentuk Akibat Ledakan Big Bang

Dalam teori fisika, disebutkan bahwa Big Bang atau Ledakan Besar terjadi sekitar 13,7 miliar tahun yang lalu.

Kondisi ini, yang terus berkembang hingga saat ini, adalah bukti kuat dari peristiwa ledakan besar yang terjadi di masa lampau.

Fenomena ini menyebabkan alam semesta melepaskan berbagai jenis bahan baku.

Bahan baku yang dikeluarkan oleh Big Bang yaitu suatu energi dan terdapat empat kekuatan fundamental alam.

Bahan lainnya berupa fisik, seperti partikel kecil, hidrogen, helium, proton, neutron, dan lain sebagainya.

2. Terbentuk melalui Gravitasi Bintang

Setelah Big Bang, materi seperti hidrogen dan partikel lainnya mulai membentuk bintang-bintang dengan suhu yang sangat panas.

Ketika bintang mati, gravitasinya runtuh dan membentuk cakram gas dan debu yang berputar akibat gaya gravitasi yang berpusat di inti massa objek.

Cakram ini kemudian berkontribusi pada pembentukan planet dalam tahap awal. Cakram gas dan debu yang terbentuk berasal dari awan gas awalnya ada di dalam bintang.

Lalu terus berputar dalam kurun waktu lama, bisa sampai ratusan, juta hingga milyaran tahun. Nah, debu yang awalnya ada di bintang tersebut dianggap sebagai bahan penting bagi pembentukan planet tahap awal.

3. Penggumpalan Debu dan Partikel

Menurut informasi dari situs resmi nasa.com, partikel debu dan gas yang mengumpul akan terus berputar dan mengalami peningkatan kepadatan.

Mereka akan terus tumbuh dan mengalami proses bersamaan seiring berjalannya waktu.

Dalam proses ini, gravitasi berperan sebagai kekuatan yang menarik dan menyatukan partikel padat tersebut sehingga tetap bersatu dan bergerak sesuai dengan rotasinya.

Gas juga memainkan peran penting dalam pembentukan planet. Putaran dan gumpalan tersebut mungkin akan mengalami pecahan di beberapa bagian, tetapi secara keseluruhan, mereka akan tetap bertahan dan membentuk suatu struktur bulat yang terus berputar.

Diperlukan waktu yang sangat lama untuk mendinginkannya dan membentuknya menjadi suatu objek yang mirip dengan bola batu raksasa.

4. Pengaruh Suhu

Proses terbentuknya planet bumi ini akan berlanjut hingga suhu atau temperatur planet mencapai tingkat yang sangat dingin.

Keadaan ini dapat terjadi ketika sebuah planet terbentuk di lokasi yang jauh dari posisi bintang.

Sebagaimana diketahui, bintang sendiri merupakan sumber panas utama yang memanaskan planet dan objek-objek lain di alam semesta.

Dalam kondisi terus menerus yang sangat dingin, gas akan terjebak di dalam planet yang besar.

Contoh nyata dari model pembentukan ini dapat dilihat pada planet-planet seperti Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Mereka terletak cukup jauh dari Matahari, sehingga suhu di permukaannya sangat rendah dan gas cenderung terperangkap di atmosfernya.

Berdasarkan perkiraan ilmuwan, Jupiter dan Saturnus diyakini sebagai planet yang pertama terbentuk dalam tata surya kita, mungkin dalam 10 juta tahun pertama sejak terbentuknya tata surya ini.

5. Kehidupan di Planet yang Dekat dengan Bintang

Planet yang berada sangat jauh dari bintang dan tidak mendapatkan panas yang cukup cenderung membeku dan terdiri dari banyak gas.

Namun, planet yang berada dalam jarak yang cukup dekat dan menerima cukup panas dari bintang memiliki potensi untuk terus berkembang dan bisa menjadi tempat yang mendukung kehidupan.

Bumi adalah contoh planet yang sangat ideal bagi kehidupan karena posisinya dianggap cocok dengan bintang Matahari.

Setiap planet yang terbentuk memiliki gaya tarik gravitasi masing-masing, yang mengatur orbit dan rotasinya.

Dalam satu tata surya, terdapat satu bintang sebagai objek terbesar yang dikelilingi oleh beberapa planet dan bulan.

Proses pembentukan tata surya secara keseluruhan membutuhkan waktu yang sangat lama, ratusan juta hingga miliaran tahun.

Planet yang tidak berhasil membentuk diri secara sempurna sering kali menjadi planet kerdil dengan ukuran yang kecil, seperti Pluto.

Selain itu, bongkahan batu besar yang terlempar keluar dari orbit planet dapat membentuk objek baru, seperti bulan atau asteroid.

Suatu saat nanti, planet dan bintang bisa mengalami kepunahan atau mati ketika energinya habis.

Demikianlah informasi seputar proses terbentuknya planet, gimana apakkah sekarang kamu sudah memahaminya? Semoga bermanfaat, ya!


Tag :