Proses Terjadinya Fenomena Aurora Stein Egil Liland/Pexels

Ketika mendengar istilah aurora mungkin sebagian orang sudah tak asing lagi bukan mendengarnya?

Aurora adalah suatu tampilan cahaya alami berwarna warni yang mempesona di langit, bergerak pada malam hari dan hanya muncul di dekat daerah kutub yang lebih rendah.

Tapi pernah tidak kamu terpikirkan bagaimana proses terjadinya fenomena aurora?

Mengutip dari buku berjudul Fenomena Alam Unik karya Tethy Ezoanzo dan Wahyu Annisha (2019), aurora terjadi karena terbentuk dari udara yang disebabkan oleh atom dan molekul yang saling bertumbukan dengan partikel yang memiliki muatan.

Khususnya elektron dan proton yang bersumber dari matahari.

Biasanya fenomena aurora ini dapat terlihat di di belahan bumi utara disebut aurora borealis. Sementara di belahan bumi selatan disebut aurora australis.

Gimana, penasaran dengan proses terjadinya fenomena aurora? Tenang saja kamu tak perlu risau, ya. Berikut ini akan kami ulas selengkapnya. Yuk, disimak hingga akhir!

Fenomena alam aurora merupakan salah satu keindahan alam yang memukau, terjadi karena adanya sejumlah faktor, seperti:

1. Sun Spot (Bintik Matahari)

Sun Spot adalah area gelap dan dingin di permukaan matahari yang dikenal sebagai fotosfer.

Sun Spot memiliki ukuran yang sangat besar, bahkan mencapai sekitar 50.000 kilometer.

Kemunculan Sun Spot ini dipengaruhi oleh ketidaksempurnaan dalam medan magnet matahari.

Interaksi dalam medan magnet ini memiliki peran penting dalam penciptaan aurora di atmosfer Bumi.

Sehingga proses aurora bermula akibat adanya interaksi antara medan megnet dan sun spot.

2. Kutub Medan Magnet

Kutub medan magnet bumi adalah pusat proses terjadinya fenomena aurora.

Ketika partikel bermuatan dari angin surya masuk ke dalam Sabuk Van Allen, mereka akan terbawa oleh aliran angin menuju kutub medan magnet bumi.

Kondisi ini merupakan alasan utama mengapa aurora hanya terjadi di dekat kutub.

Interaksi antara partikel tersebut dan medan magnet di kutub menciptakan efek cahaya yang spektakuler di langit malam.

3. Partikel Proton dan Elektron

Proton dan elektron adalah unsur-unsur pembentuk atom. Proton berada di inti atom, sementara elektron berada di lapisan luar atom.

Partikel proton dan elektron ini akan dibawa oleh angin surya dan mencapai lapisan tertentu di atmosfer Bumi, di mana cahaya aurora terjadi.

Interaksi antara partikel ini dengan molekul di atmosfer menghasilkan cahaya aurora yang luar biasa ini di langit.

Oleh karena itu, aurora adalah hasil dari proses interaksi antara matahari, medan magnet, dan partikel proton serta elektron yang dibawa oleh angin (udara).

Itulah serangkaian proses terjadinya fenomena alam aurora. Tertarik untuk melihatnya secara langsung?


Tag :