Penggunaan Tanda Koma yang Baik dan Benar

10-01-2023

BANGUN PENDIDIKAN - Tanda baca merupakan hal yang penting dalam ragam tulis bahasa Indonesia. Jika salah menggunakan tanda baca, maka akan menggangu keseluruhan satuan kebahasaan.

Tanda baca yang sering sekali kita temui dalam tulisan salah satunya adalah tanda koma. Tanda koma menjadi salah satu tanda baca yang sering digunakan dalam sebuah tulisan. Meskipun banyak orang yang tidak memperhatikan fungsi penggunaanya. Tetapi, tanda koma memiliki peran yang sangat berguna bagi sebuah tulisan.

Nah, dalam artikel ini menjelaskan tentang penggunaan tanda baca koma. Secara umu, tanda koma memiliki beberapa penggunaan, seperti membandingkan kalimat, memisah kalimat, menghubungkan antar kalimat, dan sebagainya.

Berikut ini akan dijelaskan secara mendalam mengenai penggunaan tanda baca koma.

Pengertian Tanda Baca

Pada dasarnya tanda baca merupakan sebuah simbol yang tidak memiliki hubungan atau keterkaitan dengan suara, kata, atau frasa dalam suatu bahasa. Sementara itu, tanda baca itu sendiri memiliki peranan penting untuk menunjukkan pada sebuah struktur tulisan yang terkait intonasi, dan jeda ketika dilakukan pembacaan.

Penggunaan Tanda Baca Koma

1. Tanda koma dipakai untuk memisahkan unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.

Contoh:

-  Ibu belanja beras, minyak, gula, dan tepung

-   Buku, jurnal, karya ilmiah, koran, dan majalah dapat menjadi sumber pustaka dalam skripsi

-   Tiwul, Gatot, Sawut merupakan makanan tradisional pengganti nasi yang bikin kenyang

2. Tanda koma dipakai sebelum kata hubung atau konjungsi. Biasanya dipakai pada kalimat majemuk setara.

Contoh:

 - Rumah ini bukan milik saya, melainkan milik orang tua saya

- Ayah ingin membeli mobil baru, tetapi tabungannya belum cukup

3. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimat. Namun, bila anak kalimatnya ada setelah induk kalimat, maka tidak perlu tanda koma.

Contoh :

 -  Jika tidak hujan, saya akan datang ke rumahmu.

 -  Kita harus jaga pola makan agar tubuh tetap sehat

4. Tanda koma dipakai di belakang kata yang menjadi penghubung antar kalimat. Kata penghubung yang dimaksud seperti namun, jadi, oleh karena itu, meskipun demikian, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan sejenisnya.

Contoh :

- Pendaftaran pkok wajib pajak dapat dilakukan secara online. Jadi, tidak perlu datang ke kantor pajak

- Saya mendapat nilai  jelek pada pelajaran bahasa Inggris. Meskipun demikian, ibu tidak marah

5. Tanda koma dipakai sebelum dan/atau sesudah kata seru dan kata sapaan.

Kata seru yang dimaksud seperti wah, oh, ya, aduh, hai, atau halo. Sedangkan kata sapaan bisa berupa Pak, Bu, Kak, Nak, Dik, dan sejenisnya.

Contoh:

 - Hai, apa kabar?

- Jangan lupa, ya!

- Kak, jangan lupa kunci pintu pagar

6. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. Namun bila akhir kutipan sudah ada tanda tanya atau tanda seru, tidak perlu ditambah koma.

Contoh:

 - “Saya tidak menyangka bahwa dia pembunuhnya,” kata Pak RT.

- “Kenapa kamu membunuhnya, bang?” tanya Pak Polisi.

7. Tanda koma dipakai di antara nama dan alamat, rincian alamat, tempat dan tanggal lahir, serta nama wilayah yang ditulis berurutan.

Contoh:

- Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Efarina, Jalan Bali, Pematang Siantar, Sumatra Utara.

8. Tanda koma dipakai dalam penulisan daftar pustaka. Tepatnya di bagian nama, untuk memisahkan nama depan dan nama belakang. Pada daftar pustaka, penulisan nama dibalik susunannya, diawali dengan nama belakang, kemudian disusul nama depan dengan disertai tanda koma.

Contoh:

- Christianty, Linda. 2011. Jangan Tulis Kami Teroris. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

- Damono, Sapardi Djoko. 2016. Bilang Begini, Maksudnya Begitu. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

9. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan singkatan gelar akademis yang mengikutinya. Tanda koma berfungsi sebagai pemisah dan pembeda antara singkatan nama belakang atau marga dengan gelar.

Contoh :

- Marisa Silvina, M. Hum.

- Ratni Dewi Sawitri, M.Pd.

10. Tanda koma dipakai di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat. Tanda koma ini berfungsi untuk menghindari salah baca atau salah pengertian.

Contoh:

- Atas perhatian Bapak, saya ucapkan terima kasih.

Tanda koma harus ditempatkan dengan benar. Penempatan tanda koma dapat menimbulkan pengertian yang berbeda meski kalimatnya sama. Maka, kita perlu memperhatikan tanda koma agar sesuai dengan amaksud yang ingin kita sampaikan kepada pembaca.