Teks Eksposisi (Foto: Bangun Pendidikan/@krisna)

Teks Ekspoisisi - Apakah kamu pernah dengar mengenai teks eksposisi? Biasanya istilah ini sering kita jumpai dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Pengertian teks eksposisi sendiri mengacu dalam teks non fiksi berisi informasi atau pengetahuan.

Teks dari eksposisi bersifat nyata dan ilmiah. Karena disajikan secara singkat, padat, akurat dan mudah dipahami.

Namun, informasi yang disamping dalam teks ini memuat sudut pandang tertentu dan disertai dengan argumentasi, seperti dilansir dari buku Cepat Menguasai Soal Bahasa Indonesia SMA/MA, yang ditulis oleh Tomi Rianto.

Lantas apa yang dimaksud dengan teks eksposisi, pengertian, struktur, ciri, jenis, fungsi dan kaidah kebahasaan. Yuk simak ulasan secara lengkap di bawah ini.

Pengertian Teks Eksposisi

(Foto: Bangunpendidikan/@krisna)

Teks eksposisi adalah teks yang berisi informasi mengenai pengetahuan umum. Tujuan teks eksposisi dibuat untuk memberikan penjabaran mengenai sebuah ide, pokok, pikiran, pendapat, informasi maupun mengetahui yang disediakan untuk pembaca tanpa ada unsur persuasi di dalamnya.

Hal itu membuat penulisan mengacu pada fakta berdasarkan sudut pandang tertentu. Teks ini umumnya mencakup isu-isu terkini yang sedang dibicarakan dalam masyarakat.

Dalam penulisannya, teks tersebut menyajikan berbagai sudut pandang yang lebih luas untuk membahas isu-isu yang sedang marak diperbincangkan. Pendekatan tersebut didukung oleh fakta dan gagasan yang disajikan dalam kalimat eksposisi.

Dalam teks ini, terdapat gagasan-gagasan yang mencakup penilaian, komentar, dan saran dari penulis terkait topik yang dibahas. Selain itu, teks tersebut juga mengandung fakta-fakta yang meliputi informasi tentang waktu, tanggal, tempat terjadinya peristiwa, serta pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya.

Teks ini umumnya memiliki bentuk yang efektif dalam bahasanya, sehingga cocok digunakan untuk menjelaskan konsep ilmu pengetahuan dan menjawab berbagai pertanyaan. Oleh karena itu, banyak buku pelajaran dan ensiklopedia yang mengadopsi struktur teks eksposisi. Selain itu, teks ini juga dapat ditemukan dalam berbagai jenis bacaan lain seperti berita, esai, prosedur, dan laporan.

Ciri-ciri Teks Eksposisi

(Foto: Bangunpendidikan/@krisna)

Sebuah bacaan dapat dikategorikan sebagai teks dari eksposisi apabila memenuhi ciri-ciri berikut ini.

1. Memberikan Informasi Dan Pengetahuan 

Teks ini umumnya berfungsi sebagai penyedia pengetahuan dan informasi yang dapat meningkatkan pemahaman dan wawasan pembaca. Informasi yang disajikan dalam teks tersebut juga dapat diaplikasikan oleh pembaca dalam kehidupan sehari-hari.

2. Menggunakan Bahasa Baku

Teks ini memiliki sifat informatif, dengan penggunaan tata bahasa yang sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan kosakata yang mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

3. Berisi Fakta

Teks ini mengandung fakta-fakta yang didukung oleh data akurat, sehingga dapat dipertanggungjawabkan keasliannya. Oleh karena itu, penulis teks ini perlu merujuk kepada sumber-sumber terpercaya dalam mencari informasi untuk memastikan keaslian dan keakuratan data yang disampaikan.

4. Format penulisannya singkat, jelas dan padat

Dengan menggunakan format penulisan yang singkat, jelas, dan padat, informasi yang disajikan dalam teks ini dapat dengan mudah dipahami. Pengetahuan dan pemahaman yang terdapat dalam kalimat eksposisi akan memudahkan pembaca untuk menangkap informasi yang disampaikan.

5. Bersifat Objektif dan tidak memihak

Bacaan dalam teks ini harus memiliki sifat objektif, yang berarti tidak memihak pada satu pihak atau kepentingan tertentu. Sebagai penulis teks ini, penting bagi seseorang untuk memastikan bahwa setiap tulisan yang dibuat didasarkan pada fakta yang valid.

Struktur Teks Eksposisi

(Foto: Bangunpendidikan/@krisna)

Teks eksposisi memiliki struktur yang didasarkan pada pernyataan pendapat (tesis), argumentasi, dan penegasan ulang. Bagian tesis berfungsi sebagai paragraf pembuka yang diberikan oleh penulis. 

Bagian argumentasi berisi isi paragraf yang mengemukakan alasan dan dukungan terhadap pernyataan tersebut, dengan menyertakan data dan fakta yang relevan. Terakhir, terdapat penegasan ulang yang berada di akhir paragraf untuk mengulangi pernyataan dan meyakinkan pembaca tentang kebenarannya.

Berikut adalah penjelasan tentang struktur teks eksposisi yang diambil dari buku ajar "Teks Eksposisi dan Perangkatnya" karya Sulastriningsih Djumingin.

1. Pembukaan

Pada pembukaan kalimat eksposisi, terdapat kalimat yang memperkenalkan pandangan awal mengenai topik yang dibahas. Meskipun bersifat opsional, pandangan ini dapat disampaikan secara tertulis untuk memberikan pemahaman awal kepada pembaca.

2. Tesis (Pendapat)

Bagian tesis dalam teks eksposisi berfungsi sebagai pernyataan pendapat penulis terhadap suatu topik yang menjadi fokus permasalahan. Pernyataan pendapat ini mengandung gagasan, ide, opini, anggapan, serta argumentasi yang dijelaskan oleh penulis terhadap peristiwa yang dibahas.

3. Argumen

Dalam eksposisi, argumen berperan penting sebagai pendukung tesis yang disampaikan oleh penulis. Argumen ini mengandung bukti-bukti yang mencakup data hasil temuan, fakta-fakta, serta pernyataan dari para ahli.

Melalui argumentasi yang terstruktur, teks eksposisi mampu memperkuat tulisan dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada pembaca.

Dalam kalimat eksposisi, paragraf yang berisi argumen memiliki peran penting dalam mendukung pendapat penulis. Terdapat beberapa ciri khas dalam kalimat argumentasi, antara lain:

  • Ciri khas kalimat argumentasi dalam teks eksposisi adalah mengandung ide pokok, gagasan, sudut pandang, dan pendapat dari para ahli terkait suatu masalah yang dibahas.
  • Kalimat argumentatif dalam teks ini mengandung data yang didukung oleh fakta di lapangan, objektif, data resmi, serta hasil riset dari para ahli. Keberadaan data tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat argumen sebagai pendukung dalam tulisan.
  • Dalam teks ini, terdapat perumusan masalah suatu permasalahan yang dilakukan secara logis, analitis, dan kritis.
  • Kalimat argumentatif berfungsi untuk menyampaikan kesimpulan mengenai suatu permasalahan yang dibahas. Selain itu, teks juga menyajikan solusi untuk penyelesaian masalah yang dihadapi.

4. Penegasan Ulang Pendapat

Bagian terakhir dari teks ini, yang juga dikenal sebagai paragraf penutup, berfungsi untuk melakukan penegasan ulang dengan menggunakan kalimat yang berbeda.

Tujuan dari kalimat penutup ini adalah untuk menguatkan argumen yang telah disampaikan, memberikan rekomendasi tambahan, dan memberikan saran kepada pembaca.

Jenis Teks Eksposisi

(Foto: Bangunpendidikan/@krisna)

Berikut adalah penjelasan tentang dua jenis teks eksposisi, yaitu teks analitik dan hortatorik, yang diambil dari Modul Bahasa Indonesia Paket C Tingkatan V Modul Tema 2, yaitu:

1. Teks Eksposisi Analitik

Teks eksposisi analitik adalah jenis kalimat eksposisi yang bertujuan untuk menganalisis suatu topik atau permasalahan secara mendalam dan terperinci.

Dalam teks ini, penulis akan mengurai topik secara sistematis, memecahnya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, dan kemudian menganalisisnya secara terperinci.

2. Teks Eksposisi Hortatorik       

Teks eksposisi hortatorik merupakan salah satu jenis teks ini memiliki tujuan untuk mempengaruhi atau meyakinkan pembaca atau pendengar terhadap suatu pandangan atau tindakan tertentu.

Dalam teks ini, penulis atau pembicara akan menyampaikan pendapat atau ide yang kuat dan memberikan argumentasi yang mendukung untuk mempengaruhi sikap atau tindakan pembaca atau pendengar.

Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi 

(Foto: Bangunpendidikan/@krisna)

Kaidah kebahasaan dalam ragam teks memiliki peran penting dalam membedakan satu teks dengan yang lainnya, dan mencerminkan kekhasan gaya bahasa dalam suatu teks.

Teks ini juga memiliki kaidah kebahasaan yang khas, yang terlihat dalam paparan berikut ini.

1. Penggunaan bahasa formal

Kalimat eksposisi menggunakan bahasa formal yang sesuai dengan norma bahasa yang berlaku. Pemilihan kata-kata yang tepat dan tidak mengandung ragam bahasa tidak baku menjadi salah satu kaidah penting dalam teks ini.

2. Penggunaan kalimat kompleks

Teks ini cenderung menggunakan kalimat kompleks yang terdiri dari klausa-klausa yang saling terkait. Hal ini bertujuan untuk menyampaikan informasi secara lebih rinci dan mendalam.

3. Konsistensi penulisan

Penulisan dalam teks ini harus konsisten, baik dalam penggunaan tenses, kaidah tatabahasa, maupun penggunaan gaya penulisan. Hal ini membantu menjaga kejelasan dan kelancaran dalam menyampaikan informasi.

4. Penggunaan kata-kata teknis

Teks ini seringkali menggunakan kata-kata teknis yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Penggunaan kata-kata teknis ini memberikan kejelasan dan keakuratan dalam menyampaikan informasi kepada pembaca.

5. Penyusunan paragraf yang terstruktur

Paragraf dalam teks ini diatur secara terstruktur, dimulai dengan kalimat topik yang menggambarkan pokok pembahasan, diikuti dengan kalimat penjelas, argumen, atau bukti yang mendukung, dan diakhiri dengan kalimat penutup yang menggambarkan simpulan atau penegasan ulang.

Kaidah kebahasaan ini penting dalam teks ini agar informasi yang disampaikan dapat dipahami dengan jelas dan benar oleh pembaca.


Tag :