BANGUN PENDIDIKAN – Guru yang baik adalah guru yang tidak hanya memposisikan dirinya sebagai seorang pengajar akan tetapi juga sebagai sahabat. Dalam artian, selalu ada apabila siswa membutuhkannya. Setiap siswa memiliki kepribadian yang berbeda dan memiliki masalah yang berbeda pula.

Sudahkah Bapak Ibu menjadi sahabat bagi siswanya?

Menjadi seorang guru tidak hanya sekedar mengajar saja, melainkan juga harus memperhatikan kondisi setiap siswa. Di sinilah guru mulai menjalankan perannya sebagai sahabat bagi siswanya, dimana guru dapat memahami kepribadian siswanya yang berbeda – beda dan mendengar serta memberikan solusi atas masalah yang tengah dihadapi siswanya.

Tak mudah bagi seorang guru dalam memahami pengertian jujur setiap kepribadian dan masalah yang dihadapi siswa, akan tetapi dengan cara itu yang dapat membuat hubungan batin antara guru dan siswa lebih terikat. Seorang siswa sangat mengharapkan gurunya dapat menghargai segala usaha yang mereka lakukan selama proses belajar mengajar di sekolah. Setiap siswa butuh perhatian, dorongan semangat, dan rasa kasih sayang dari gurunya. Maka dari itu, siswa sangat membutuhkan sosok guru yang bisa bersahabat dengannya.

Menjadi sahabat bagi siswa tentu tidak hanya dengan selalu mendengar keluh kesahnya saja, akan tetapi juga mendorongnya agar menjadi pribadi yang mandiri dan tangguh dalam menghadapi setiap masalah. Menjadi sahabat siswa adalah upaya guru dalam membangun kepercayaan siswa terhadapnya. Kepercayaan itulah yang dapat membuat siswa selalu merasa nyaman dengan gurunya, sehingga siswa tidak malu – malu lagi dalam menceritakan pengertian suhuf masalah yang mereka hadapi saat proses pembelajaran di sekolah maupun masalah pribadi mereka.

Selain itu, menjadi sahabat siswa juga dapat menjadi langkah guru dalam memahami karakter siswa. Dengan memposisikan diri sebagai sahabat siswa, dapat menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan belajar yang menyenangkan.

Sebagai guru juga harus bisa menempatkan diri kapan bisa menjadi sahabat untuk siswanya dan kapan menjadi guru yang harus dihormati dan didengar penjelasannya. Saat kita memposisikan diri sebagai pengajar, kita harus bertindak sebagaimana pengajar tanpa harus memberikan tekanan untuk siswa, buat suasana belajar yang menyenangkan agar siswa tidak merasa bosan. Kemudian ketika memposisikan diri sebagai sahabat bagi siswa,  seorang guru harus ikhlas mendengar setiap keluh kesah dan memberikan mereka dorongan serta motivasi dalam menghadapi setiap masalah.

Guru dan siswa biasanya dipisahkan oleh sesuatu hal yang membuat mereka tidak bersahabat. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan proses pembelajaran di kelas tidak menarik dan membosankan. Padahal jika guru dan siswa bersahabat, tidak ada salahnya. Justru dengan bersahabat, guru lebih disukai siswa. Sebaliknya, siswa juga akan lebih mudah menerima masukan dan pelajaran dari guru tersebut.

Oleh sebab itu, persahabatan antara guru dan siswa dapat menghasilkan siswa yang berpendidikan luas. Persahabatan guru dan siswa juga memiliki batasan atau akhlak, karena bersahabat dengan guru berbeda dengan bersahabat dengan teman sebaya. Bersahabat antara guru dan siswa di sini bukan untuk sekedar main – main atau tidak serius. Persahabatan yang terjalin antara guru dan siswa dapat mempermudah proses pembelajaran.

Lantas, bagaimana tips yang bisa digunakan guru agar dapat bersahabat dengan siswa? Berikut ini penjelasannya.

1. Ikhlas Dalam Mengajar

Mengajar merupakan perbuatan yang mulia. Mengajar dengan perasaan atau hati yang ikhlas akan membuat rasa yang nyaman. Rasa ini yang akan membuat kita betah berjam – jam bersama siswa dan menjelaskan materi pelajaran pun jauh lebih mudah.

2. Gunakan Panggilan Lembut

Setiap siswa suka perhatian, disaat ia salah dalam menjawab pertanyaan, jangan membuat ia malu. Sebaiknya, beritahu dan bimbing agar lebih giat lagi belajar. Beritahu anak dengan cara yang lembut, seperti “ayo semangat lagi anakku”, “anak pintar”.

3. Bercanda dengan mereka

Buatlah suasana kelas senyaman mungkin, isi dengan candaan, guyonan atau hal sejenisnya. Jangan menciptakan suasana yang membosankan, agar siswa tidak merasa malas dan ngantuk. Berikan sedikit candaan pada siswa agar dapat membakar semangat siswa untuk belajar.

4. Bijaksana Dengan Mereka

Bijaksana di sini berarti adil dan tidak menuduh semua kesalahan yang dilakukan siswa adalah hal kesengajaan. Karena setiap siswa memiliki alasan kenapa ia melakukan hal itu, dan sebagai guru kita harus cari tahu penyebabnya dengan cara yang baik, misalnya dengan bertanya kepadanya secara baik – baik.

Berikut ini juga terdapat karakter guru yang menjadi favorit siswa, yakni:

  • Atraktif

Seorang guru yang atraktif dapat mencuri perhatian siswa. Atraktif disini bukan seperti pecicilan. Melainkan atraktif saat menyampaikan materi pelajaran. Cara penyampaiannya menarik dan mudah dimengerti. Guru yang atraktif bisa membangun kesan ‘asyik’ selama proses pembelajaran berlangsung.

  • Ramah

Guru yang ramah akan sangat disenangi siswanya. Semakin ramah sikap guru terhadap siswanya, maka akan semakin dekat pula siswa pada guru – guru tersebut. Guru yang ramah justru akan lebih disegani, atau bahkan ditakuti siswa ketika guru tersebut marah. Karena biasanya ketika guru tersebut marah, besar kemungkinan para siswa akan berpikir tentang kesalahan apa yang telah mereka perbuat dengan guru tersebut.

  • Bersahabat

Guru yang bersahabat akan menjadi favorit para siswa. Karena biasanya guru yang bersahabat itu bisa mengerti dan memahami posisi siswanya. Ya namanya juga anak muda, pasti masih harus diberikan pengertian dan pendekatan yang tepat. Maka dari itu,  karakter guru yang bersahabat biasanya akan sangat disenangi siswa.

  • Humoris

Guru yang humoris bisa mencairkan suasana kelas yang terkesan membosankan. Guru humoris dapat menjadi karakter guru terfavorit. Karena sifat humorisnya, para siswa merasa terhibur. Karakter guru yang seperti ini sangat dibutuhkan setiap siswa.

Demikianlah pembahasan tentang tips menjadi guru yang bersahabat dengan siswanya. Semoga artikel ini bermanfaat.