Zaman Batu Tua/Paleolitikum (Foto: Thoughtco)

Di zaman prasejarah, ada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana yang disebut sebagai Paleolitikum atau zaman batu tua.

Pada masa ini, manusia belum mengenal pertanian atau pemeliharaan hewan, sehingga mereka hidup sebagai pemburu dan pengumpul makanan.

Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana ini menjadi cikal bakal gaya hidup manusia dan memberikan gambaran tentang tantangan serta kemampuan adaptasi mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana, manusia bergantung sepenuhnya pada apa yang bisa mereka cari dan kumpulkan di alam.

Mereka harus memahami lingkungan sekitar, pola migrasi hewan, dan ketersediaan sumber daya alam untuk bertahan hidup. Ciri-ciri utama dari gaya hidup ini adalah penggunaan alat-alat sederhana dan pola hidup nomaden.

Dan berikut ini kita akan membahas secara lengkap tentang masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana.

Ciri – ciri Zaman Paleolitikum

Alat-Alat Peninggalan Zaman Paleolitikum (Foto: Indonesia Window)

Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana ditandai oleh beberapa ciri khas yang membedakannya dari periode berikutnya dalam sejarah manusia.

Berikut adalah beberapa ciri utama dari gaya hidup ini:

1. Alat-alat Sederhana

Manusia pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana menggunakan alat-alat yang terbuat dari bahan-bahan alam seperti batu, tulang, kayu, dan tanduk hewan.

Mereka menggunakan alat-alat ini untuk berburu, memotong daging, dan mengumpulkan makanan dari alam.

2. Ketergantungan pada Sumber Daya Alam

Ketersediaan makanan pada masa ini sangat dipengaruhi oleh musim, cuaca, dan pergerakan hewan liar. Manusia harus memiliki pengetahuan tentang daerah sekitarnya dan cara mendapatkan makanan yang cukup.

Mereka bergantung pada hewan-hewan besar yang mereka buru, seperti mammoth, rusa, atau bison, serta mengumpulkan buah-buahan, akar-akaran, biji-bijian, dan serangga kecil.

3. Kehidupan Nomaden

Kelompok manusia pada masa ini hidup secara nomaden, berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain dalam rangka mengikuti pergerakan hewan atau mencari sumber daya alam yang tersedia.

Mereka tinggal dalam tenda atau tempat tinggal sementara yang mudah dipindahkan. Pemindahan ini dipengaruhi oleh perubahan musim, migrasi hewan, dan ketersediaan sumber daya alam.

4. Pengetahuan dan Keterampilan Kehidupan Alam

Manusia pada zaman Paleolitikum harus memiliki pengetahuan yang mendalam tentang lingkungan sekitar mereka.

Mereka harus memahami perilaku hewan buruan, pola migrasi, musim, dan tanda-tanda alam lainnya untuk berhasil dalam berburu dan mengumpulkan makanan. Mereka juga mengembangkan keterampilan dalam melacak, menangkap, dan memproses hewan buruan.

5. Penggunaan Api

Penggunaan api juga menjadi ciri khas zaman Paleolitikum. Manusia purba belajar mengendalikan api dan menggunakannya untuk memasak makanan, menjaga diri dari dingin, dan mengusir binatang buas.

Penggunaan api memberikan keuntungan besar dalam bertahan hidup dan membuka peluang baru bagi perkembangan manusia.

Kehidupan Ekonomi

Aspek ekononomi pada zaman Paleolitik atau masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana ini belum ada bentuk ekonomi yang kompleks seperti sekarang ini, namun ada beberapa aspek yang dapat kita ketahui.

Pertama, masyarakat pada zaman Batu Tua ini memiliki ekonomi subsisten dimana mereka hanya mencari dan memanfaatkan sumber daya alam yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Mereka hanya berusaha mencari makanan yang cukup untuk kelangsungan hidup mereka sendiri dan kelompok kecil mereka, tanpa adanya produksi berlebihan atau perdagangan.

Kedua, Manusia pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana bergantung pada sumber daya alam yang ada di sekitar mereka. Mereka menggunakan sumber daya alam seperti hewan buruan, tumbuhan, dan bahan alam lainnya untuk memenuhi kebutuhan makanan mereka. Ekonomi mereka didasarkan pada pemanfaatan sumber daya alami yang tersedia secara alami di lingkungan sekitar.

Kehidupan Sosial

Kehidupan sosial pada masa ini didasarkan pada kelompok-kelompok kecil yang saling berhubungan secara sosial dan bergantung satu sama lain.

Keluarga dan kelompok suku merupakan struktur dasar kehidupan sosial pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana. Kelompok ini terdiri dari beberapa keluarga yang terkait oleh ikatan darah atau hubungan sosial lainnya.

Kelompok ini biasanya hidup secara nomaden, berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya dalam rangka mencari sumber daya alam yang tersedia. Mereka hidup dalam tenda atau tempat tinggal sementara yang mudah dipindahkan.

Laki-laki dan perempuan bekerja sama dalam pembagian tugas. Kaum laki-laki bertugas sebagai pemburu yang menggunakan fisik dan keahlian berburu untuk mengejar dan membunuh hewan buruan.

Sedangkan para wanita bertugas untuk mengurus rumah tangga, mengurus anak-anak dan mempertahankan tempat tinggal sementara.

Pada masa ini, kehidupan sosial cenderung terbatas pada kelompok kecil itu sendiri. Kontak dengan kelompok lain mungkin terjadi, tetapi biasanya dalam konteks pertukaran informasi atau pernikahan antarkelompok. Kehidupan sosial lebih fokus pada kelompok kecil yang berinteraksi secara teratur.

Peninggalan dan Budaya Paleolitikum

Kebudayaan Zaman Paleolitikum (Foto: Erabaru.or.id)

Budaya paleolitikum terbagi atas dua yaitu budaya pacitan dan budaya ngandong, karena peninggalan pada zaman ini banyak ditemukan di sekitaran daerah tersebut.

 1. Kebudayaan Pacitan

Dilansir dari buku salah satu arkeolog Indonesia Soekmono yang berjudul ‘Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 1 (1973)’ kebudayaan pacitan ini ditemukan pada tahun 1935 oleh von Koenigswald di daerah Punung, Kabupaten Pacitan.

Peninggalan kebudayaan ini meliputi : kapak genggam, kapak perimbas dan alat-alat serpih.

2. Kebudayaan Ngandong

Kebudayaan berikutnya ada kebudayaan Ngandong yang berkembang di daerah Ngandong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Di daerah ini banyak peninggalan manusia purba yang terbuat dari batu, tulang hewan dan tanduk rusa.

Peninggalan tersebut meliputi kapak genggam, belati dari tulang-tulang hewan, ujung tombak dan alat-alat serpih (flakes).

Pada masyarakat zaman Batu Tua atau Paleolitikum ini diduga telah adanya kepercayaan. Buktinya adalah dengan ditemukannya bukti-bukti tentang penguburan di Gua Lawa, Sampung, Ponorogo, Jawa Timur.

Tak hanya disitu tetapi juga terdapat di Gua Sodong, Besuki, Jawa Timur dan di Bukit Kerang, Aceh Tamiang, Nanggroe Aceh Darussalam.

Dalam menghargai warisan masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana, kita dapat mempelajari nilai-nilai seperti keberanian, ketekunan, kerjasama, dan pengetahuan tentang alam.

Hal ini dapat menginspirasi kita untuk menjaga keseimbangan dengan alam, menghormati sumber daya alam, dan mengembangkan keterampilan bertahan hidup yang berguna dalam situasi yang tak terduga.


Tag :